Posted by: rusliharahap | January 25, 2011

Bunga Bondar, Hanopan, Panggulangan, Siak Sri-Indrapura

KAMPUNG-KAMPUNG ASAL MARGA HARAHAP

KETURUNAN TONGKU MANGARAJA HANOPAN

                                       1. HANOPAN,

                                      2. BUNGA BONDAR,

                                      3. PANGGULANGAN, dan

                                      4. SIAK SRI-INDRAPURA

     ———————————–

I. Keterangan Peta

Gambar-01: Peta Asia Tenggara.

Gambar-02: Peta Propinsi Sumatera Utara.

Gambar-03: Peta Tapanuli Selatan.

Gambar-04: Kota Padang Sidempuan dan sekitarnya.

Gambar-05: Peta jalan darat menuju Bunga Bondar, Hanopan, dan Panggulangan dari Sipirok.

Gambar-06: Peta jalan menuju Bunga Bondar, Hanopan, dan Panggulangan dari Lapangan Terbang: Silangit, Aek Godang, dan Pinangsori.

Gambar-07: Peta Bunga Bondar.

Rumah/Bangunan di Bunga Bondar.

Gambar-08: DAS Aek Silo dan kampung-kampung yang terdapat disana.

Gambar-09: Peta Hanopan.

Rumah/Bangunan di Hanopan.

Gambar-10: Kota Sipirok dan sekitarnya.

Gambar-11: Peta Panggulangan.

Rumah/Bangunan di Panggulangan.

Gambar-12: Peta jalan menuju Siak Sri-Indrapura.

Rumah/Bangunan di Siak Sri-Indrapura.

II. Perjalanan menuju kampung asal di: Bunga Bondar, Hanopan, Panggulangan, dan Siak

Sri-Indrapura.


Gambar-1

Gambar-2

Gambar-3

Gambar-4

Situs internet ini dibuat untuk memberi petunjuk kepada pomparan Ompu Parsadaan atau (Kakek Pemersatu) Alaan Harahap, gelar Tongku Mangaraja Hanopan, atau kepada siapa pun yang menaruh minat berkunjung ke Hanopan Sipirok (Hanopan-2) ingin berziarah atau melakukan kunjungan berguna lainnya dari manapun di muka bumi ini.

Hanopan Sipirok ialah Bona Bulu (Kampung Halaman) marga Harahap keturunan Ompun Parsadaan Alaan Harahap, gelar Tongku Mangaraja Hanopan, yang makamnya terdapat dalam Bale Jae.

Tentang Ompu Parsadaan

Alaan Harahap, gelar Tongku Mangaraja Hanopan, juga disapa Ompu Ni Kupia, ialah Ompu Parsadaan marga Harahap yang berdiam di: Bunga Bondar, Hanopan, Panggulangan, dan Siak Sri-Indrapura (Riau), dan perantauan lainnya.

Ketika masih kecil, Alaan Harahap bersama ayahandanya Demar Harathap, gelar Ja Tinogihon, ibunda boru Siagian berdiam  di Hanopan Angkola dekat Sidangkal Padang Sidempuan; kini kampung itu terletak di kecamatan Padang Sidempuan Barat, dan dinamakan Hanopan-1. Beliau adalah anak bungsu laki-laki dari lima bersaudara, dengan empat orang diatasnya  seluruhnya perempuan dari yang sulung hingga bungsu berturut-turut bernama: si Neser, si Singkam, si Tona, si Nentes.

Kepindahan Demar Harahap, gelar Ja Tinogihon, bersama istri Boru Siagian anak Alaan Harahap dan empat putrinya  dari Hanopan Angkola (Hanopan-1) di Barat kota Padang Sidempuan saat itu sehubungan berkecamuknya Perang Padri (1825-1838) yang telah merambah Tanah Batak bagian tengah. Sebagai akibatnya warga di daerah itu terpaksa harus mengungsi meninggalkan kampung halaman untuk mencari tempat aman untuk berdiam.

Demar Harahap, gelar Ja Tinogihon dan keluarganya diperkirakan telah berjalan kaki dari kampung halaman melewati: Batuna Dua, Pargarutan, Pal Sabolas, Janji Raja, Saba Siala, Situmba, Mandurana, Huta Raja, Sumuran, Huta Baru, Simaninggir, Sipirok, Piningnabaris, Sibadoar, Hasang Marsada, untuk sampai di Lobu Sinapang, Luhat Harangan, untuk menetap.

Dari tempat akhir ini, Alaan Harahap lalu pindah ke Bunga Bondar mengikuti tiga orang ibotonya (saudara perempuan): si Singkam, si Tona, dan si Nentes, yang menikah dengan Marga Siregar dari di kampung itu; sementara saudara perempuan sulung: si Neser, menikah dengan marga Rambe dari Batu Horpak, tidak jauh dari Bunga Bondar.

Meski jalan pengungsian yang mereka telah berubah menjadi Jalan Lintas Sumatera (JLS) di Tapanuli Selatan, tetapi pada masa Perang Padri lintasan itu masih jalan rimba belantara yang dilalui penduduk saat bepergian antar kampung.

Mengungsi bukanlah perjalanan ke satu tujuan, tetapi bepergian mencari tempat aman untuk berdiam tidak jelas tujuan meninggalkan segalanya  yang menghabiskan waktu berbulan hingga tahun berpindah tempat dalam Luhat Harangan daerah Padang Bolak.

Setelah berdiam di Bunga Bondar, Alaan Harahap kemudian menikah dengan Bolat Siregar, boru Raja Mampe, iboto Ja Gading, yang membuat kedudukannya dalam Adat Batak di kampung Bunga Bondar sebagai Mora lalu beralih menjadi Anakboru terhadap sebagian Marga Siregar kampung itu, khususnya terhadap keluarga Sutan Diapari.

Ja Alaan Harahap mendapat karunia 12 orang putra dan 4 orang putri, dari dua orang ibu, masing-masing: boru Regar dari Bunga Bondar, dan boru Pohan dari Parau yang menggantikan.

Karena Bunga Bondar telah makin padat penduduknya, sebagaimana kepada marga Siregar pemilik Luhat Sipirok, maka kepada marga Harahap anakboru Siregar kampung itu pun diberi kesempatan oleh moranya mamungka (mendirikan) Huta (kampung) di Luhat yang yang mereka miliki.

Itulah sebabnya mengapa Sengel Harahap, gelar Baginda Parbalohan putra sulung Alaan Harahap, lalu membuat rencana besama adik-adik dan kerabatnya meninggalkan Bunga Bondar dalam rombongan mebawa perbekalan menuju ke rimba untuk mamungka huta yang baru, agar ada tempat yang baru untuk bermukim dan lahan tempat mencari nafkah yang baru untuk mereka dan anak-cucu yang akan datang kemudian.

Mereka lalu berangkat berjalan kaki menuju rimba menelusuri lintasan yang dilalui masyarakat antar kampung  menerobos belantara untuk sampai di kaki Dolok Nanggarjati, dimana kampung yang akan dipungka diperkirakan berada, di tidak jauh dari Huta Padang yang ada.

Di kampung Bunga Bondar Sutan Ulubalang masih menjadi Raja keika itu, setelah  wafat beliau digantikan oleh adik kandungnya Sutan Doli. Saat itu kerajaan Bunga Bondar sedang menghadapi serangan serdadu-serdadu Belanda yang telah menduduki Sipirok, Angkola, setelah serdadu-serdadu Belanda ini berhasil masuk ke Tanah Batak (Tapanuli Selatan) lewat Rao di Mandailing nyaris tanpa perlawanan tahun 1838, masih dalam suasana Perang Padri.

Belanda perlu meaklukkan kerajaan Bunga Bondar, karena letaknya yang strategis yakni di jalur lintasan penghubung antara Tanah Angkola  (Tapanuli Tengah) ditengah dengan Tanah Toba (Tapanuli Utara). Setelah 4 tahun berperang,  maka pada tahun 1851 Belanda berhasil menundukkan perlawanan Sutan Doli, dan menyingkirkan para penantangnya dari kampung marga Siregar itu ke pengasingan di Pulau Jawa.

Pada tahun 1945, lebih dari seabad kemudian, serdadu-serdadu Belanda kembali datang menyerang Bunga Bondar untuk yang kedua kalinya dalam agresi militer Belanda ke-II, dan kampung itu pun lalu ditinggalkan para penghuninya.

A. Perjalanan menuju Hanopan dan Bunga Bondar.

Kedua kampung ini berdekatan terletak di tepi jalan menuju Simangambat dari Sipirok. Hanopan berjarak sekitar 14 km dari Sipirok dan Bunga Bondar terdapat ditengahnya. Untuk mengunjungi Hanopan dan Bunga Bondar yang terdapat di: Kecamatan Arse, Kabupaten Sipirok, Propinsi Sumatera Utara, dari tanah perantauan dapat ditempuh lewat jalan darat dari: Medan, Sibolga, Padang (Sumatera Barat), dan Pekanbaru (Riau Daratan); juga sebuah kombinasi jalan udara-darat dari Medan yang menyingkat waktu perjalanan dan mengurangi kelelahan.

1. Dari Medan

a. Jalan darat.

Dari ibukota Propinsi Sumatera Utara, Medan, orang dapat menempuh jalan darat mengendarai  mobil pribadi atau kendaraan umum melalui: Lubuk Pakam, Tebing Tinggi (Deli), Pematang Siantar, Perapat, Porsea, Balige, Siborong-borong. Lalu pilih simpang menuju ke: Sipahutar, Pangaribuan, Aek Humbang, Raut Bosi, Pancur Natolu, Silantom, Sipagimbar, Simangambat, Lancat, Roncitan, Huta Padang, dan Hanopan. Melalui jalur lintasan ini orang akan tiba di Hanopan lebih dahulu baru kemudian Bunga Bondar. Lintasan ini merupakan jalan darat terpendek dari Medan menuju ke Hanopan dinamakan: Jalan Pahulu.

Akan tetapi karena lintasan ini belum seluruhnya baik dilalui, orang lalu memilih lintasan yang sedikit lebih jauh lewat Tarutung yang dilanjutkan ke Sipirok. Dari kota akhir ini lalu pilih simpang Simangambat dan lanjutkan perjalanan lewat: Piningnabaris, Sibadoar, Hasang, Bunga Bondar, Bunga Bondar X, Arse, dan Hanopan. Melalui jalur lintasan ini orang lebih dahulu tiba di Bunga Bondar baru kemudian Hanopan dinamakan: Jalan Pahae.

Gambar-5

b. Gabungan jalan udara-darat.

Pilihan terbang pertama dari Polonia langsung ke Silangit (Lapangan Terbang Siborong-borong). Dari lapangan terbang langsung menuju di Siborong-borong, lalu pilih “Jalan Pahulu” melewati: Sipahutar, Pangaribuan, Sipagimbar, dan tiba di Hanopan; atau boleh juga mengambil “Jalan Pahae” melewati: Tarutung, Sipirok, lalu tiba di Hanopan.

Pilihan terbang kedua, dengan terbukanya hubungan udara langsung dari Polonia ke Aek Godang (Lapangan Terbang  Padang Sidempuan), orang dapat lebih cepat sampai ke Hanopan dari Medan. Dari Aek Godang setelah tiba di Pal Sabolas, orang lalu memilih  jurusan Sipirok untuk sampai di Hanopan.

Pilihan terbang ketiga, dapat juga memilih penerbangan langsung dari Polonia ke Pinangsori (Lapangan Terbang Sibolga) yang telah ada sejak dari zaman penjajahan Belanda, lalu dilanjutkan jalan darat menuju Padang Sisempuan, Sipirok, dan tiba di Hanopan.

Gambar-6

b.1. Penerbangan Polonia – Silangit.

Penerbangan dari Polonia (Medan) ke Silangit (Siborong-borong) ini, meski belum pernah diikuti penulis, ditempuh dengan pesawat CASA/IPTN CN 235100, hasil kerjasama Spanyol-Indonesia, muatan 35 penumpang, me sin GE  2 x CT79C Turboprop masing-masing berdaya 1395 kW (kilo Watt), kecepatan  terbang 450 km/jam, tinggi terbang 7000 m di atas permukaan laut, pertama terbang tahun 1983, diusahakan oleh PT. Merpati Nusantara Airlines.

Pesawat – 1

Adapun jadwal penerbangan yang ditawarkan perusahaan ialah:

1. Dari Polonia (Medan) ke Silangit (Siborongborong).

a. Setiap hari, berangkat jam 00.00 tiba jam 00.00 WIB.

b. Juga hari-hari:

2. Dari Silangit (Siborongborong) ke Polonia (Medan).

a. Setiap hari, berangkat jam 00.00 tiba jam 00.00 WIB.

b. Juga hari-hari:

Dari Siborong-borong pilih Jalan Pahulu yang melalui: Sipahutar, Pangaribuan, Aek

Humbang, Raut Bosi, Pancur Natolu, Silantom, Sipagimbar, Simangambat, Lancat, Ron-

citan, Huta Padang, lalu tiba di Hanopan. Ini merupakan jarak terpendek jalan udara dan darat dari

Medan menuju Hanopan.

Akan tetapi apabila jalan ini masih belum baik dilalui, dapat dipilih yang sedikit lebih jauh dengan melanjutkan perjalanan ke Tarutung lalu Sipirok. Dari kota yang akhir ini  pilih simpang Simangambat lalu lanjutkan perjalanan lewat: Piningnabaris, Sibadoar, Hasang, Bunga Bondar, Bunga Bondar X, Arse, lalu tiba di Hanopan.

b.2. Penerbangan Polonia – Aek Godang

Penerbangan dari Aek Godang (Padang Sidempuan) ke Polonia (Medan) yang perah diikuti  penulis, yakni:

1. Tahun 2005, dengan pesawat CASA/IPTN C-212 Aviocar, hasil kerjasama Spanyol-Indonesia, muatan 26 penumpang,  mesin Garrett/AiResearch 2 x TPE331-10R-513C

Turboprop masing-masing berdaya  925 DK (Daya Kuda), kecepatan terbang 300 km/jam, tinggi terbang 7000 m di atas permukaan laut, pertama terbang tahun 1971,

diusahakan PT. Merpati Nusantara Airlines.

Pesawat – 2

Adapun jadwal penerbangan yang ditawarkan Merpati saat itu:

1. Dari Polonia (Medan) ke Aek Godang (Padang Sidempuan).

Setiap hari: Senin dan Rabu, berangkat jam 10.50 tiba jam 12.00 WIB.

2. Dari Aek Godang (Padang Sidempuan) ke Polonia (Medan).

Setiap hari Senin, Rabu, berangkat jam 12.30 tiba 13.40 WIB.

3. Harga tiket promosi per penumpang Rp.325.000,- termasuk PPN dan Asuransi.

4. Perwakilan PT. Merpati Nusantara Airlines:

Jalan Brigjen Katamso 219, Medan, Tel. (061) 4551888.

Padang Sidempuan: jalan S. M. Raja no. 189. Tel. (0634) 28118.

2. Tahun 2010, Penerbangan dari Polonia (Medan) ke Aek Godang (Padang Sidempuan) pulang pergi dengan pesawat Cessna Model 208 B Caravan dari PT Susi Air, muatan 14 penumpang, mesin Pratt & Whitney 1 x PT6A-114 Turboprop berdaya 675 DK,

kecepatan terbang 300 km/jam, tinggi terbang 8000 m di atas permukaan laut,

keluaran tahun 1982, buatan Amerika Serikat.

Pesawat – 3

Adapun jadwal penerbangan yang ditawarkan Susi Air saat itu:

1. Dari Polonia (Medan) ke Aek Godang (Padang Sidempuan).

a. Setiap hari, berangkat jam 09.10 tiba jam 10.20 WIB.

b. Juga: Selasa, Kemis, Jumat, Minggu, berangkat jam 12.00 tiba jam 13.10 WIB.

2. Dari Aek Godang (Padang Sidempuan) ke Polonia (Medan).

a. Setiap hari, berangkat jam 10.30 tiba jam 11.40 WIB.

b. Juga: Selasa, Kemis, Jumat, Minggu, berangkat jam 13.10 tiba jam 14.30 WIB.

3. Harga tiket per penumpang Rp.560.000,- termasuk PPN dan Asuransi.

4. Perwakilan PT Susi Air:

Medan, Tel. (061) .

Padang Sidempuan: jalan …….. Tel.(0634).

b.3. Penerbangan dari Polonia – Pinangsori

Penerbangan dari Polonia (Medan) ke Pinangsori (Sibolga), meski belum pernah diikuti penulis, juga dapat ditempuh yang berminat pulang ke kampung halaman: Bunga Bondar dan Hanopan. Ini adalah jalur penerbangan tertua di Tanah Batak, karena telah dirintis sejak dari  zaman pemerintah Kolonial Hindia Belanda silam.

Sejauh yang penulis ketahui penerbangan ke Pinangsori dilayani oleh P.T. Merpati Nusantara Airlines dari Polonia memanfaatkan pesawat terbang rakitan IPTN. Dengan dibukanya Lapangan Terbang Aek Godang, peawatterbang Merpati lalu membagi layanannya  ke Pinangsori dan Aek Godang. Dengan diresmikannya Lapangan Terbang  Silangit, maka Merpati pun membagi lagi layanannya ke tiga Lapangan Terbang yang terdapat di Tapanuli.

Dengan lahirnya pemain baru: PT Susi Air, maskapai penerbangan ini juga melaksanakan layanan angkutan penumpang ke ketiga Lapangan Terbang yang ada, baik penerbangan reguler (terjadwal) maupun charter (pesanan) menurut jam pemakaian. Berbagai macam pesawat pun lalu disediakan.

Dari Piangsori perjalanan dilanjutkan lewat darat ke: Lumut, Anggoli, Sumuran, Batang Toru, Padang Sidempuan, Sipirok, lalu tiba di Hanopan.

2. Dari Sibolga

Dari ibukotan Tapanuli orang dapat menuju ke Hanopan Sipirok dengan menempuh jalan darat lewat: Batang Toru, Padang Sidempuan, Sipirok, Bunga Bondar, dan Hanopan. Lintasan ini banyak digunakan para perantau sebagai pilihan lain dengan terlebih dahulu naik kapal Pelni ke Sibolga. Pilihan ini banyak digunakan orang ketika jalan-jalan raya di daerah Riau masih terbengkalai dan jembatan-jembatan digantikan pelayangan (perahu penyebarangan) sebagai akibat kebijakan bumihangus selama  masa revolusi kemerdekaan.

3. Dari Padang

Dari Ibukota Sumatera Barat Padang, orang dapat menuju ke Hanopan Sipirok melalui jalan darat lewat: Padang Panjang, Bukit Tinggi, Lubuk Sikaping, Panti, Rao, Muara Sipongi, Kotanopan, Panyabungan, Siabu, Pintu Padang, Padang Sidempuan, Sipirok, Bunga Bondar, dan Hanopan. Lintasan ini banyak digunakan para perantau datang dari pulau Jawa karena menawarkan ongkos perjalanan yang lebih murah.

4. Dari Pekanbaru

Dari Pekanbaru, ibukota propinsi Riau orang dapat menuju ke Hanopan Sipirok dengan jalan darat lewat: Pekanbaru, Bangkinang, Pasirpangarayan, Pasar Batu, Sibuhuan, Sosopan, Aek Godang, Pal Sabolas, Sipirok, Bunga Bondar dan Hanopan.

Dari berbagai kota besar: Medan, Sibolga, Padang, dan Pekanbaru sebagai pintu-pintu gerbang, orang kini dapat dengan mudah menuju ke: Bunga Bondar, Hanopan, dan Panggulangan yang terletak di kabupaten Sipirok, kecamatan Arse, untuk berziarah atau kunjungan lain.

Gambar-7

A. Bunga Bondar

Kampung ini merupakan tempat asal marga Harahap pomparan Alaan Harahap, gelar Tongku Mangaraja Hanopan sebelum Ompu Parsadaan marga Harahap ini hijrah ke Hanopan Sipirok yang dipungka oleh anak-anak dan kerabatnya. Adapun anak laki-lakinya yang tetap tinggal di Bunga Bondar tiga orang amangtobang:

No.4 Heber Harahap (Sintua Heber), gelar baginda Maujalo.

No.6 Nanga Harahap (Ja Pahang), gelar Baginda Sialang.

No. 12 Kampung Harahap, gelar Haji Tuan Syekh Muhammad Jalil.

dan anak-anak prempuannya tiga orang namborutobang:

No.1 Erjep Harahap.

No.8 Sento Harahap.

No. 9 Sanne Harahap.

Rumah/Bangunan di Bunga Bondar

—————————————————

(Dihimpun sekitar tahun 1950)

1. Mesjid Bunga Bondar.

2. Sutan Doli, Baginda Habiaran (Ompoe Ni Goyur): Tongkoe Sutan Diapari, Patuan

Dolok (Mangaraja Israel), Sutan Gunung Doli, Sutan Doli Naposo (Diapari).

1.Marataon

2. Guru Padangbolak

3. dr. Parimpunan

4. Ir. Natal

5. Parluhutan, atau Guru Sende Tua.

6. Raja Humani.

3. Tongku Sutan Diapari:

1. Adenan, gelar Ja Pandapotan: Si Borayun.

2. Khalifah Salih: dr. Japar, Borayun, Nurgeni (pr)..

3. Aman Siregar, gelar Baginda Raja Martua, Demang Aman (Naposo).

Ia diangkat Belanda menjadi Demang di Natal: Sitioli (pr), Tapi (pr), Nurlela

(pr), Masniari (pr), L.S.(Lokot Siregar) Diapari, Purnama (pr), Limbayung

(pr), Panusunan Diapari, Bulan (pr), Aminah (pr).

4. M.Sri Inda Mulia: Pontas, atau Guru Maraidun.

5. Harris

6. Si Sarip Siregar, gelar Baginda Mangaraja Muda (B.M. Muda).

4. B.M.Muda, atau Guru Syarifuddin: dr. Tagor, Sahroni (pr), Sarlene (pr), dr.

Bajora, Pintor, Nj. dr. Ginting, Tety (pr), Doli.

5. Siregar, Ja Incal, Ompu ni Apul.

6. Harahap sian Panyanggar, Si Reno.

7. Si Yunus Siregar.

8. Si Humala Siregar, gelar Tuan Syekh Somail (Ismail). Penyebar agama Ialam

yang pertama di Bunga Bondar.

9. Mangaraja Hutagogar (amantua ni Ir. Hasrul Harahap).

10. Ja Kiaman, Dumpang Batubara.

11. Matnali Harahap ( kahanggi ni Ir. Hasrul Harahap).

12. Ja Sarip, Parenta Batubara..

13. Mangaraja Kombang (kahanggi ni Rajainal Siregar).

14. Manan Siregar

15. Sopo Godang ni Bagas Nagodang Jae.

16. Sutan Na Guboan (kahanggi ni Rajainal Siregar).

17. Sutan Ulubalang-Namora Padang-Sutan Bungabondar. Bagas Gincat di kampung

Bunga Bondar najolo (zaman dahulu)..

1. Ja Mulia, gelar Tongku Raja Mulia: Gondoria (pr), Tibaria (pr), Siti Dorima

(pr).

2. Sagira Siregar (pr)

3. Ja Indamora: Si Enda, Si Atas (Sutan Mangasahon).

4. Lokot Siregar

5. Ja Sangap, gelar Baginda Soritua: Gindo, Marahadin, Jonain (Ja Mandersa),

Jonias (Harun), Siti Era (pr), Amiran, Tiro (pr), Reni (pr), Rohani (pr),

Masmin, Nurhaima (pr).

6. Dorima Siregar (pr), gelar Ompu ni Amir, menikah ke Hanopan: Sutor, Mau-

djalo, Siti Angur (pr), Duma Sari (pr), Nurdin, Aminah (pr), Hisar, Diri,

Muhammad, Khairani, Marajali, Pamusuk.

7. Siti Aminah Siregar (pr): Musali, Sumar, Pijor, Tasmin, Pautan.

8. Ja Aminuddin, gelar Mangaraja Namora: Mara Domsa, Siti Amina (pr),

Siti Amsa (pr), Nurhani (pr).

18. Sopo Godang ni Bagas Gincat.

19. Sopo Godang ni Bagas na Godang Julu.

20. Sutan Janioli Siregar. Ia diangkat Belanda menjadi Demang di Pulau Nias, Demang

Natobang: 1. Boru Regar: Tembal, Pangaloan, Tagor, Mauten, Lompo, Surtani

(pr), 2.Boru Pane: Tating, Sabinar (pr), Bangkit, Nurmija (pr), Edi, Kainia, Erki,

Metman.

21. Nahasan Siregar, Marsan Siregar.

22. M.Sri Inda Mulia, atau Guru Maraidun:

1. Pontas

2. Sam,

3. Leli (istri Bahmarim Pulungan).

4. Armijn.

5. Amru.

6. Darwis.

7. Anni (pr).

23. Manis Harahap, gelar Baginda Sialang.Hiskia (Malik) Harahap, gelar Sutan Harahap.

1. Reman Harahap.

2. Totauli Harahap.

3. Hajopan Harahap.

4. Parman Harahap.

5. Hasiholan Harahap.

24. Binahar Harahap, gelar Ja Bintuju.

1. Marolop Harahap.

25. Ja Barumun Pulungan

1. Durain Pulungan.

2. Maarim Pulungan.

3. Bataris Pulungan.

4. Siddik Pulungan.

5. Halim Pulungan.

6. Maskut Pulungan.

26. Baginda Manggujang.

27. Sutan Parlindungan.

28. Ja Pangajian, Ja Diatas.

1. Giring Siregar (pr), gelar Ompu ni Sutor, menikah ke Hanopan: Abdul Hamid,

Kasim, Rachmat.

2. Tuan Kumala: Gorgor (pr), Parlindungan (Sutan Mangatas),  Dogor (pr),

Mampe, Sunge Somarsik. Cucu-cucu Tuan Kumala dari anak laki-laki:

1. Parlindungan, gelar Sutan Mangatas: Jenni (pr), Moget, Anwar (awal-

nya bermukim di Brunai lalu pindah ke Singapura), Giring (pr), Edmir.

2. Mampe, gelar Suan Pinayungan: Samuel, Hana (pr), Eddi, Lomo, Rosti.

3. Sunge Somarsik: Renta (pr), Hasian, Batara, helen (pr), Moget, Eugene,

Gamal, Goyur (pr), Pandapotan, Harun, Rafiah (pr).

4. Mangaraja Pangajian, Mangaraja Soaloön: Aaron Diatas, Samsera (pr), Der-

mawan (pr), Amir Allah, Thorlia (pr), Molun (pr), Tapi Gondoiman (pr), Sang-

gam pontas, Saundur (pr).

Aaron Diatas Siregar diangkat pemerintah Belanda menjadi Asisten Demang di

Sorulangun Jambi. Ia tewas dalam kerusuhan masyarakat di Jambi, dan anak-

anaknya: Amir Husin dan Siti Rafiah (Terapia) dibawa pulang ke Bunga  Bondar

oleh pengurus rumah tangganya.

5. Suhunan, Ja Humala, Guru Godang di Bangun Purba dahulu: Anna Meta Khristina

Calvijn Ja Somarsik, Buyung, Longga Mariani (pr), Siti Onggar (pr), Siti Nursiah

(pr), Asali Pontas Raja, Siti Nursani (pr), Siti Samina (pr), Saribun.

29. Sutan Baringin.

30. Kario Siregar, Radjainal Siregar.

31. Morgu Siregar

32. Baginda Hinalongan: Tigor Siregar, Taromar Siregar, Geni Siregar, Habincaran Siregar

33. Geni Siregar.

34. Ja Soamalon.

35. Badul Hamid Siregar, Sutan Bayo, Abu Somad, Harun Al-Rasyid, dari Gunung Tua,

Padang Bolak. Rumah pengajian agama Islam di kampung Bunga Bondar.

36. Kombang Tambunan.

37. Madduhir Siregar, gelar Sutan Mangarahon.

38. Ja Manggesa Harahap, amantua dari Kolonel Ismed Harahap.

39. Ja Mengge Pane

40. Ompu Sonar Harahap, Eli Harahap, datang dari Panyanggar.

41. Ja Lambok Tambunan.

42. Gokkon Siregar, iboto ni inang ni Uda Muslim Harahap dari Bunga Bondar.

43. Maraden Siregar, anak ni amantua ni Gokkon Siregar.

44. Ja Pokir.

45. Abdul Pulungan.

46. Sotar Pulungan.

47. Ja Subang Sagala.

48. Baginda Namora Siregar.

49. Kalpin Siregar.

50. Harahap.

51. Ja Marulak Harahap.

52. Guru Jalen Siregar.

53. Mondur Siregar.

54. Kampung Harahap, gelar Tuan Syekh Haji Jalil. Tosim Harahap, gelar Mangaraja

Hanopan: Maraiman, Muslimin, Pangibulan.

55. Patuan Dolok.

56. Ja Pahu.

57. Guru Lampom Pulungan.

58. Ja Pantis Harahap, Ja Marulak.

59. Ja Maris Siregar.

60.

61. Parningotan Siregar, gelar Baginda Hasudungan.

62. Obaja Siregar, kahanggi ni Baginda Namora..

63. Hobol Nawalu, kahanggi ni Baginda Namora.

64. Mangaraja Lelo, kahanggi ni Baginda Namora.

65. Abdus Somad Siregar.

66. Sagala.

67. Payung Barani.

68. Lubis, suami dari Masia Pulungan.

69. Ja Alaan Harahap, gelar Tongku Mangaraja Hanopan: Erjep, Sengel, Sogi, Lilin,

Heber, Nanga, Manis, Sento (pr), Sanne (pr), Paian, Mandasin, Kampung, Pardo

(Kamin), Kenis, Gardok, Sopot (pr). Jusuf, gelar Mangaradja Sorialam:

Bidin Harahap, Mahmud Harahap, Armen Harahap.

70. Natin Harahap.

71. Monang Siregar.

72. Batubara.

73. Dumbas Siregar, angkang ni Mangaradja Lelo.

74. Guru Lecis Siregar, koum ni Marsan Siregar.

75.

76. Haran Babiat.

77. Maraganti Siregar.

78. Sutan Paruhum.

79.

80. Gereja Kampung Bunga Bondar.

81. Sintua Heber Harahap, gelar Mangaraja Ujung Padang: Julianus, Hadrianus, (Ponten)

Beheri, Siti Merawan (pr), Gunung, Nurcahaya (pr), Jenahara (pr).

-     Selesai     -

Hanopan terletak di kawasan DAS (Daerah Aliran Sungai) Aek Silo dimana terdapat sejumlah kampung yang menjadi tetangga berikut berbagai tanda-tanda alam, seperti: anak-anak sungai, bukit dan pegunungan mengitari yang mewarnai. Adapun kampung-kampung, dan anak-anak sungai serta dolok/bukit pegunungan ini ialah:

A.  Huta/Kampung                                  B. Aek/anak-anak Sungai

1. Arse Jae                                                  a. Aek Silo

2. Hanopan                                                 b. Aek Siguti

3. Huta Padang                                          c. Aek Arse

4. Napompar                                              d. Aek Haminjon

5. Roncitan                                                  e. Aek Sanggar

6. Ujung Padang                                        f. Aek Naput

7. Huta Tonga

8. Bahap                                                       C. Dolok/Bukit dan lainnya.

9. Pagaran Tulason                                 g. Dolok Nanggarjati

10. Simatorkis                                           i.  Padang Suluk

11. Muara Tolang                                      h. Haruaya Bodil

12. Tapus

Gambar-8

Gambar-9

B. Hanopan

Kampung ini dipungka oleh anak-anak dan kerabat Alaan Harahap saat masih bermukim di kampung Bunga Bondar. Setelah berdiam di Hanopan yang baru dipungka, mereka kemudian membawa pula orang tua yang telah sepuh itu pindah ke kampung yang baru lalu menabalkan gelar kepadanya: Tongku Mangaraja Hanopan. Adapun anak-anak Ompu Parsadaan yang hijrah dari Bunga Bondar ke Hanopan tujuh amangtobang, masing-masing:

No.2 Sengel Harahap, Haji Tuan Syekh Muhammad Yunus, gelar Baginda Parbalohan (1846-1928)

No.3 Sogi Harahap, gelar Baginda Soripada.

No.5 Sutor Harahap (Lilin Harahap), gelar Baginda Malim Muhammad Arif.

No.7 Manis harahap, gelar Baginda malim Marasyad.

No. 10 Paian Harahap (Ja Taris), gelar Baginda Malim Muhammad Nuh.

No.14 Kenis Harahap, gelar Baginda Pangibulan.

No.15 Gardok Harahap (Ja Simin), gelar Baginda Malim Muhammad Rahim.

Rumah/Bangunan di Hanopan

——————————————–

I. Rumah/Bangunan berdiri sebelum Perang Dunia ke-II

  1. Rumah Amangtobang Sengel Harahap, gelar Baginda Parbalohan, Tuan Sjech Mu-hammad Yoenoes, Ompu ni Soetor. Bagas Godang Hanopan.

-          Ompung Abdul Hamid Harahap, gelar Sutan Hanopan, Tuan Datu Singar, Ompu ni Amir.

-          Amang Sutor Harahap, gelar Baginda Pandapotan, Ompu ni Iwan.

-          Abang Sangkot Muhammad Sjarif Ali Tua Harahap, gelar Mangaraja Hanopan.

  1. Rumah Amangtobang Sogi Harahap, gelar Baginda Soripada, Ompu ni Nunggar.

-          Ompung Adong Harahap, gelar Sutan Sonanggaron, Ja Balau.

  1. Rumah Amangtobang Lilin (Sutor) Harahap, Baginda Malim Muhammaf Arief, Ompu ni Sori.

-          Ompung Saribun  Harahap, gelar Sutan Martua, Ompung Ja Kidun.

-          Uda Rusli (Cino) Harahap.

  1. Rumah Amangtobang Manis Harahap, gelar Baginda Malim Marasyad, Ompu ni Sindar.

-          Ompung Bangun Harahap, gelar Mangaraja Naposo.

-          Uda Mara Indo Harahap.

  1. Rumah Amangtobang Paian Harahap, gelar Baginda Malim Moehammad Nuh, Dja Taris, Ompu Daim.

-          Ompung Hadam Harahap, Lobe Yakin.

-          Uda Sangkot, H. Abdul Rahim Harahap, gelar Baginda Taris Muda.

  1. Rumah Amantobang Pardo Harahap, gelar Baginda Pangibulan, Ompu ni Kaya.

-          Ompung Ismail Harahap, Ja Lobe, Ompu ni Alibosar.

  1. Rumah Amangtobang Gardok Harahap, gelar Baginda Malim Muhammad Rakhim, Ja Simin.

-          Ompung Togu Harahap, gelar Mangaraja Sianggian, Ja Mangatur.

-          Uda Lokot, gelar Baginda Pangibulan.

  1. Rumah Ompung Kasim Harahap, gelar Tongku Mangaraja Elias Hamonangan, Ompu ni Paulina.

-          Diwariskan pada Uda Dimpu Harahap, gelar Baginda Parbalohan Naposo,

-          Anggi Hanopan Harahap.

  1. Sama dengan nomor 8 di atas, tetapi diwariskan pada:

-          Uda Toga Mulia Harahap, gelar Baginda Mulia.

-          Anggi Amru Bachrum Paranginan Harahap.

10.  Rumah Ompung Rachmat Harahap, gelar Sutan Habonggal, Haji Abdullah Umar,

Ompu ni Mina.

-          Uda Zainuddin Harahap, gelar Baginda Pardomuan.

11.  Rumah Ompung Borkat Harahap, Ja Mukobul, Ompu ni  Pendi.

12.  Rumah Ja Siantar Batubara, Sengko Batubara.

13.  Kedai Ompungng Ismail Harahap, gelar Ja Lobe.

14.  Rumah Malim Muhammad Arif Harahap, Sormin Harahap.

15.  Sopo Godang Kampung Hanopan.

16.  Rumah Baginda Maripul Harahap, Imbalo Harahap, Ja Bahaman.

17.  Rumah Guru Sapala Siagian, Mulia Siagian, gelar Bgd. Humaliang.

18.  Rumah Ja Soritua Siregar.

19.  Kedai Ja Soritua Siregar, Tamar Siregar.

20.  Rumah Ja Aman Harahap dari Padangbujur, Burhanuddin Harahap.

21.  Rumah Ja Bahal Batubara, Syahban Batubara.

22.  Rumah Amangboru Rosip Pohan, gelar Ja Doktor.

23.  Madrasah Kampung Hanopan.

24.  Rumah Ja Lubuk Nasution, Tohar Nasution.

25.  Rumah Daud Nasution.

26.  Surau Kampung Hanopan.

27.  Mesjid Kampung Hanopan.

28.  Sekolah Dasar Kampung Hanopan.

29.  Rumah Ompu ni Aminuddin, Panggorengan.

30.  Rumah Mahodum Batubara.

31.  Rumah Basari Batubara, Ja Kulabu.

32.  Rumah Rajap Batubara, bangunannya sudah hilang.

33.  Rumah Ja Mandaun Pohan.

34.  Rumah Sutan Barumun Muda Siregar dari Sibadoar, pindahan dari Sibolangit,

bangoenannya telah hilang.

35.  Rumah Uda Roup Harahap, gelar Baginda Paraduan.

36.  Rumah Sutan Pangaribuan Harahap.

37.  Vervolgschool 5 tahun Kampung Hanopan, Sekolah Rakjat Hanopan.

38.  Rumah Mara Pohan.

39.  Kedai Mara Pohan.

40.  Rumah Mara Inggan Pohan, pindah ke Simangambat Mandailing.

41.  Rumah Ja Parlaungan Harahap.

42.  Rumah Nan Sere, gelar Ja Riapan, pernah terbakar pada zaman Jepang.

43.  Rumah Uda Baginda Harahap (Baginda Aek Hopur), tidak ditempati.

44.  Rumah Ja Hatunggal Harahap.

45.  Rumah Muhammad Lazim Harahap.

46.  Rumah Ja Paranginan Harahap.

47.  Kedai Ja Paranginan Harahap.

48.  Pemakaman Kampung Hanopan.

- Bale Jae: Tempat Amangtobang Tongku Mangaradja Hanopan disemayamkan.

- Bale Julu: Tempat Ompoeng Soetan Hanopan, Ompung Mangaraja Elias Hamonangan

dan lainnya dimakamkan.

49.  Rumah Ja Kariaman Harahap, Ja Haruaya Harahap.

50.  Rumah Kalimangayun Pohan dari Lancat Jae. Ibunja Mayur Harahap dari Panggu-

langan.

51.  Rumah Ja Marliun Harahap.

52.  Kedai Ompoeng Ismail Harahap, gelar Ja Lobe.

53.  Kedai Sutan Pangaribuan Harahap.

54.  Rumah Sahir Harahap.

55.  Rumah Lolotan Harahap.

56.  Rumah Sayur Batubara, gelar Solonggahon dari Napompar.

57.  Kedai Sutan Pangaribuan Harahap, telah hilang.

58.  Rumah Amangboru Zainudding Simatupang, Siti Anggoer Harahap.

59.  Rumah Sutan Mangalai Harahap.

60.  Rumah Tahim Harahap.

61.  Kedai Ompung Ismail Harahap, gelar Ja Lobe.

62.  Rumah Uda Marip Harahap, lalu dijual pada Uda Marajali Harahap.

63.  Rumah Zainuddin Harahap, gelar Baginda Pardomuan.

64.  Rumah milik Ompung Haji Abdullah Oemar, gelar Sutan Nabonggal.

65.  Rumah Ja Solongahon Batubara yang pindah dari Napompar.

66.  Bangunan Mesin Gilingan Padi Ompung Haji Abdullah Oemar.

II.  Rumah/bangunan berdiri setelah Perang Dunia ke-II.

67.  Rumah Tahim Harahap.

68.  Rumah Horas Siregar.

69.  Rumah Taradin Siregar.

70.  Rumah petak dibangun oleh Sahat Pohan.

71.  Rumah petak dibangun Sahat Pohan.

72.  Rumah petak dibangun Sahat Pohan.

73.  Rumah petak dibangun Sahat Pohan.

74.  Rumah dibangun oleh si Jolil.

75.  Rumah dibangun bersama oleh: Ja Sumuran, Ja Lobe, dan Ismail.

76.  Kedai B.S.P Harahap, dipinjam, diperbaiki, dan dipakai oleh Sahat Pohan.

77.  Tanah milik B.S.P.Harahap, dipinjam dan dibangun bersama oleh Sukarti

dan Ja Marangin.

78.  Tanah milik Ja Manahan Pohan, dan dibangun oleh anaknya.

79.  Rumah Siddik Pohan, gelar Ja Manahan.

80.  Tanah milik Sahat Pohan, dibangun oleh anaknya si Halim.

81.  Tanah milik amangboru Ja Doktor dibangun anaknya si Bonor.

82.  Tanah milik O.Tetty dibangun oleh anaknya si Himpun.

83.  Tanah milik O.Tetty dibangoen oleh anaknya si Himpun.

84.  Rumah dibangun Baha Pane dari Pagaran Tulason.

85.  Tanah milik Ompung Ratus Harahap, gelar Sutan Pangaribuan, dibangun anaknya

Uda Morai Harahap, gelar Baginda Sojuangon.

86.  Rumah dibangun guru Siagian.

87.  Rumah dibangun Musla Harahap.

88.  Rumah dibangun Paruhuman Simatupang, suami si Nanna.

89.  Rumah dibangun oleh Uda Haposan Harahap.

90.  Rumah dibangun oleh Uda Maren Harahap.

91.  Rumah Hasan Pohan.

92.  Rumah Uda Pengeran Harahap.

93.  Rumah Uda Gomuk Harahap.

94.  Rumah dibangun Uda H.M.Diri Harahap S.H., gelar Baginda Raja Mulia Pinayungan.

95.  Rumah dibangun Ja Bahaman.

96.  Rumah dibangun Maujalo Harahap, gelar Baginda Soripada Panusunan.

97.  Rumah dibangun Haji Nurdin Harahap untuk anaknya si Muhiddin.

98.  Rumah dibangun Pijor Pane.

99.  Rumah dibangun Marasaip, pendatang dari Tanjung.

100.  Rumah dibangun Ja Lambok, pendatang dari Bahap.

101.  Rumah dibangun Siti Syarifah Harahap, boru Baginda Soripada Panusunan.

102.  Rumah dibangun marga Gultom, seorang pendatang ke Hanopan.

103.  Rumah dibangun Natsir Simatupang dari Pagaran Tulason.

104.  Rumah dibangun Pangkal dari Pagaran Tulason.

105.  Rumah dibangun marga Sinambela dari Pangkaldolok.

106.  Rumah dibangun anak Ja Lambok.

107.  Rumah dibangun Alimuddin, anak Ja Pidjor dari Pagaran Tulason.

108.  PUSKESMAS Kampung Hanopan hasil usaha Uda H.M.Diri Harahap, gelar Baginda

Raja Mulia Pinayungan.

109.  Rumah dibangun Nawi Harahap.

110.  Rumah dibangun guru Riduan Pohan.

111.  SMA Negeri Hutapadang di Kampung Hanopan.

112.  Rumah marga Sihombing, seorang perawat berasal dari Siborongborong.

113.  Kantor Pos Hutapadang.

Sumber Penulisan:

1. Perolehan dari Uda Bagon Harahap, gelar Baginda Hanopan, yang

pernah menjadi Kepala Kampung di Hanopan.

2. Perolehan kunjungan ke Hanopan pada tanggal 22 Maret 1992.

3. Hasil pembicaraan dengan Uda H.M.Diri Harahap S,H., gelar Baginda Raja Mulia Pinayungan, selama tinggal bersamanya di Jakarta.

4. Ejaan lama – baru: oe = u, tj = c, ch = kh, dj = j.

B. Perjalanan menuju Panggulangan.

Gambar-10

Untuk menuju ke kampung yang juga  terletak di Kecamatan Arse, Kabupaten Sipirok, Propinsi Sumatera Utara, ini orang dapat memulai perjalanan dari Sipirok dengan menelusuri jalan yang menuju ke Padang Sidempuan. Setiba di Barigin, lalu berbelok kekiri menuju Padang Matinggi dan  Parau Sorat. Dari kampung akhir ini orang akan langsung  menuju ke Panggulangan.

Pilihan lain berbelok kekiri bukan di Baringin, tetapi di Huta Raja lalu menuju ke Sialagundi, Muara Siregar, Parau Sorat, dan Panggulangan.

Apabila datang dari Padang Sidempuan menuju Sipirok, orang dapat langsung belok kekanan setibanya di  Huta Raja lalu menuju Sialagundi, Muara Siregar, Parau Sorat, dan Panggulangan. Pilihan lain berbelok kekanan bukan di Huta Raja, tetapi Baringin di lalu menuju Sialagundi, Muara Siregar, Parau Sorat, dan Panggulangan.

Gambar-11

C. Panggulangan

Kampung ini tempat salah seorang anak Alaan Harahap, gelar Tongku Mangaraja Hanopan, bermukim yakni amangtobang:

No.11 Mandasin Harahap, gelar Baginda Khalifah Sulaiman.

Rumah/Bangunan di Kampung Panggulangan

Sipirok, Tapanuli Selatan

—————————————————————————–

Dihimpun tanggal 14 Februari 1994

1. Bistur Pohan

2. Haji Ali Akbar Pakpahan

3. Amir Pakpahan

4. Abbas Harahap (Ayahanda anggi Darwin Harahap)

5. Hasanuddin Sormin

6. Ja Hatimbulan Pakpahan

7. Ismet Pakpahan

8. Nukman Pakpahan

9. Ja Alaan Harahap, gelar Mangaraja Toga (Bagas Ompung Siangkaan)

- Hartono

- Awaluddin

- Mukhsin

10. Marasan Harahap, gelar Ja Soriangon (Bagas Ompung Paduahon)

- Edi

- Erwin

11. Ja Sumanting Aritonang

12. Simin Harahap, gelar Mara Soleman

- Malim Saidi

13. Firman Harahap (Anggi ni Malim Saidi)

14. Irwan Harahap ( Anggi ni Darwin)

15. Mara Pohan

- Torang

16. Gandi Sormin

17. M. Yatim Tanjung

18. Sorimuda Sormin

19. Sorimuda Pakahan

- Aman

20. Bagas Amangtobang Ja Mandasin, gelar Baginda Khalifah Sulaiman.

Juga tempat kediaman Omung Palimahon (sianggian) Darajat Harahap, gelar Ma-

ngaraja Halongonan.

21. Kedom Harahap, gelar Haji Dollah (Ompung Patoluhon).

22. Sutor Pakpahan

23. Mangaraja Panggulangan Pakahan.

24. Lobe Pantun Sormin.

25. Aminullah Sormin.

26. Mahir Harahap, gelar Ja Pariaman (Ompung Paopatkon).

- Saparuddin

27. Madrasah Panggulangan.

28. Sahminan Atitonang.

29. Daulat Sormin

30. Samin Sormin.

31. Mesjid Panggulangan.

32. Pemandian laki-laki.

33. Pemandian Perempuan.

34. Hisar Pohan.

35. Daim Pohan.

36. Sinandean Pohan.

37. Yahya Pohan.

38. Ismail Pohan.

39. Agusalim Pohan.

40. Kalla Pohan.

41. Ja Gurese Pohan.

42. Imbalo Pohan.

43. Musollah Panggulangan.

44. Pemandian Air Panas.

Sumber: 1. Kiriman anggi Drs. Darwin Harahap

2. Keterangan anggi Saparuddin.

-          Selesai   -

C. Perjalanan menuju Siak Sri-Indrapura.

Untuk menuju ke kampung yang terletak di Propinsi Riau Daratan ini, orang perlu terlebih dahulu menuju  Pekanbaru. Dari ibukota Propinsi Riau ini, orang dapat berkujung ke kampung Siak Sri-Indrapura  lewat jalan air mengendarai kapal sungai ke hilir hingga tiba di Siak Sri-Indrapura yang terdapat di tepi sungai Siak. Pilihan lain  mengendarai mobil lewat jalan darat yang menghubungkan Pekanbaru dengan Siak Sri-Indrapura.

Gambar-12

D. Siak Sri-Indrapura

Kampung ini juga tempat salah seorang anak Alaan Harahap, gelar Tongku Mangaraja Hanopan, berdiam yakni yang merantau ke Riau bernama amangtobang:

No.12 Pardo Harahap (Mara Kamin Harahap), gelar Baginda Saikum.

Rumah/Bangunan di Siak Sri-Indrapura.

-          Selesai      -

H.M.Rusli Harahap

Jalan Batu Pancawarna I/2A Pulomas

Jakarta 13210, Indonesia

Phone: +6221-4722243


Responses

  1. Test


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: