Posted by: rusliharahap | September 23, 2016

KERAGAMAN MITHOLOGI DUNIA

Keberagaman Mitologi Umat

Berdiam di Muka Bumi

——————————-

Pendahuluan

Alam Semesta (Universe) maha luas yang melingkungi kehidupan makhluk berdiam di muka bu-mi ini ialah ruang Alam maha besar, yang belum ada bandingnya dengan apapun yang telah diketahui orang selama ini. Ruang Alam kosong lagi hampa udara (vakum) maha besar ini, ter-nyata tempat keberadaan tidak terhitung bilangan benda-langit yang beraneka ragam, mulai dari bintang yang memancarkan cahaya ke segala penjuru ruang, bermacam benda-langit yang tidak memancarkan cahaya dinamakan planit, dan masih banyak lagi yang lain, dan tidak mungkin dapat diperinci satu persatu disini. Masih belum lagi diketahui orang bentuk Alam Semesta yang mengitari kehidupan umat ini, apakah bulat bagai bola, atau persegi layaknya kubus, atau bentuk lainnya; karena dengan mengatakan terdapat “batas”, sudah berarti ada ruang lain yang berada disebelahnya, lalu mengecilkan ukuran atau dimensi yang disebut terdahulu. Gambar-I memperlihatkan ruang Alam Semesta yang terlihat dari permukaan bumi.

ragammit1

Gambar-I

Alam Semesta mengitari kehidupan makhluk di muka bumi ini tidak diragukan lagi ruangan yang amat sangat besar, dimana terdapat tidak terhitung banyak benda-langit (celestial bodies)  bertebaran yang mengisi Alam Semesta, mulai dari yang tampak siang hari, seperti: matahari dan bulan, hingga yang hanya terlihat pada malam hari, ketika cahaya matahari tengah terhalang oleh bumi, membuat tak-terhitung jumlah bintang tampak gemerlapan menghiasi angkasa sejauh mata memandang, terutama ketika cuaca lagi cerah dan langit sedang tidak berawan, tidak terkecuali bermacam bintang berekor tengah melintas menampakkan diri di angkasa warna kelam, dan  ma-sih banyak lagi lainnya.

Diperkirakan terdapat sekitar 170 sampai 200 Bilyun (1 Bilyun = 1.000.000.000) jumlah Galaksi (Galaxy) terdapat pada bagian Alam Semesta yang tampak dari permukaan bumi. Galaksi adalah himpunan: bermacam sistim-bintang, beragam benda-langit, pecahan aneka ragam benda-benda langit, batu dan debu angkasa, benda hitam (dark matter), dan gas-gas bertebaran antar bintang, yang terjaring oleh sebentuk medan gravitasi. Istilah “galaksi” berasal dari “galaxias” dalam ba-hasa Yunani, yang artinya “milky” dalam bahasa Inggris, atau “bersusu” dalam bahasa Indone-sia. Lalu muncul istilah: “Milky-Way” dalam bahasa Inggris, dan “Jalur Bersusu”, disingkat “Ja-lur Susu” dalam bahasa Indonesia; untuk menamakan galaksi dalam mana terdapat sistim mata-hari (solar system) dimana ada bumi. Adapun “Milky way” sendiri ialah terjemahan dari “Via Lactea” dalam bahasa Yunani, yang memperlihatkan tampilan Galaksi di angkasa terlihat dari muka bumi bagai tumpahan “air susu” diatas meja, yang diketahui orang berasal dari mithologi Yunani. Galileo Galilei seorang astronom bangsa Italia yang pertama mengungkapkan kepada dunia pada tahun 1610, bahwa kumpulan bintik-bintik yang memancarkan cahaya tampak di kejauhan angkasa bagaikan pita dari bumi, sesungguhnya tidak lain dari tidak terhitung jumlah bintang yang setiap dari pada berdiri sendiri. Galileo membuat sendiri teleskop yang digunakan untuk membuktikan kebenaran pernyatannya.

ragammit2

Gambar-II

Terdapat aneka ragam Galaksi yang ada di Alam Semesta, dimulai dari ukuran kecil terdiri ha-nya dari ribuan bintang bergabung, hingga dengan yang ukurannya sangat besar memiliki Tril-yun (1 Trilyun = 1.000.000.000.000) jumlah bintang yang bergabung. Setiap Galaksi berputar mengelilingi pusat massa masing-masing. Galaksi yang tampak dari muka bumi bagai jalur-susu itu, lalu dibedakan orang menurut tampilan masing-masing terlihat dari muka bumi, yakni: ellips, spiral, dan tidak-beraturan. Banyak dari Galaksi yang terdapat di Alam Semesta yang masih menyimpan lubang hitam (black hole) yang terdapat di pusat massa masing-masing yang masih bersifat aktif. Gambar-II memperlihatkan sebuah Galaksi berpenampilan spiral.

ragammit3

Gambar-III

Jalur-Susu (Milky-Way) kemudian menjadi nama Galaksi yang sangat terkenal, karena didalam-nya terdapat “Sistim-Bintang” dikenal dengan nama: “Sistim-Matahari” (Solar System), sebagai-mana terlihat pada Gambar-III. Sistim-Matahari adalah sebuah sistim bintang dimana yang memancarkan cahaya dinamakan Matahari atau Surya, dan terdapat delapan planit yang me-ngorbit mengitari bintangnya. Salah satu planit yang terdapat dalam Sistim-Matahari, yakni pada orbit ketiga, ialah bumi (earth). Permukaan planit disebut belakangan ini, menjadi tempat berdiam berbagai makhluk hidup, masing-masing bernama: manusia, hewan, dan tumbuh-tum-buhan. Gambar-III memperlihatkan Galaksi Jalur-Susu (Milky-Way) terdapat dalam Alam Se-mesta, dimana Sistim-Matahari (Solar System) bertempat tinggal, atau berkediaman, atau juga berdomisili.

ragammit4-2

Gambar-IV

Gambar-IV memperlihatkan Sistim-Matahari dari Gambar III yang ukuran dibuat lebih besar. Dari gambar ini terlihat jelas kedelapan planit yang mengitari Matahari, masing-masing: Mer-kurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Tampak pada gambar akhir ini, diantara planit Mars dengan planit Yupiter terdapat sebaran bongkahan bebatuan Alam Semesta yang juga mengitari Matahari.

ragammit5-2

Gambar-V

Gambar-V memperlihatkan bumi yang juga bernama planit biru (blue planet) oleh warna yang di tampilkannya di angkasa. Adapun bagian permukaan bumi yang tampak, meski kutang jelas ter-lihat wilayahnya, ialah: Indonesia, anak benua India, Irak, Iran, Semenanjung Tanah Arab, Tan-duk Afrika, Mesir, dan beberapa lainnya. Warna coklat ingga hijau memperlihatkan wilayah darat di muka bumi, sedangkan warna biru menunjukkan laut dan samudra.

Karena Alam Semesta ini hampa udara, maka agar: manusia, bermacam hewan, dan aneka ragam tanaman dapat bernafas untuk hidup, Ibu Bumi (Mother Earth) menyiapkan lapisan atmosfir yang menyelimuti bumi dengan udara yang mengandung zat-asam atau oksigen (30%), tidak ter-kecuali bermacam gas lainnya. Ibu Bumi juga menyediakan perairan wujud: paya atau rawa, ko-lam, tambak, danau, sungai, laut, dan samudra, untuk menyediakan air keperluan hidup manusia (70%), bermacam hewan, dan aneka jenis tanaman agar dapat terhindar dari kekeringan. Selain dari itu, Ibu Bumi menyiapkan pula lahan darat tempat berdiam di muka bumi bentuk: pulau, ke-pulauan, dan benua. Di atas berbagai tempat akhir inilah manusia tinggal manusia dan mela-kukan beragam usaha, seperti: bersawah, berkebun, menggali tambang, membangun industri, dan lain sebagainya. Juga pada tempat akhir ini beragam tanaman tumbuh dan berkembang, dan sekaligus menjadi tempat berdiam berjenis hewan liar dan peliharaan berkeliaran menemukan makanan mereka. Agar supaya manusia, bermacam hewan dan aneka jenis tanaman, demikian pula aneka ragam barang yang ada di permukaan bumi tidak terjatuh kedalam ruang Alam Se-mesta yang kosong lagi hampa udara ini, Ibu bumi menyiapkan pula medan gravitasi dan medan magnit di muka bumi (earth gravity and magnetic field) tersebar merata ke segala penjuru planit ini, untuk mengamankan segala benda yang berada di muka bumi agar senantiasa berada pada tempatnya.

Dengan sendirinya muncul segera pertanyaan, bagaimana Alam Semesta tempat berhimpun tak-terbilang jumlah Galaksi, aneka-ragam sistim-bintang, tidak terkecuali benda-benda langit, pe-cahan yang akhir ini, beragam benda hitam, taburan bermacam debu dan gas, dan masih banyak lagi lainnya, dapat hadir di Alam Semesta yang maha besar lagi teramat luas ini. Manusia lewat akal-budi karunia Ilahi dimiliki, akan terus mempertanyakan berdasarkan rasa ingin tahu ter-hadap permasalahan ini. Sampai dengan kini, masih belum juga ditemukan orang jawaban yang memuaskan dahaga ingin tahu insan di muka bumi. Bermacam theori telah dilontarkan sejak a-wal keberadaan insan di muka bumi ini, diperkirakan berawal dari sekitar dua ratus ribu tahun yang silam, dan masih menjadi bahan diskusi dan perdebatan tak kunjung selesai dikalangan insan berfikir serta cerdik pandai bermacam bangsa di muka bumi, diwakili para cendekiawan dan kaum rohaniawan beragam kepercayaan hingga agama. Dengan kemajuan ilmu penge-tahuan dan teknologi, kini telah memasuki abad ke-21, dengan pengetahuan yang telah begitu banyak terhimpun, kaum cerdik pandai pun telah beralih menjadi akademisi beragam disiplin ilmu bermacam bidang, maka diskusi dan perdebatan lalu memenuhi auditorium insan gemar berfikir dan mengetengahkan pendapat berdiam di muka bumi, mulai dari lintang Barat planit biru hingga dengan lintang Timur.

Ciptaan Ilahi dan Penemuan Ilmu Pengetahuan

Ciptaan Ilahi ialah pendapat tertua dan paling awal diketahui orang tentang bagaimana Alam Se-mesta ini tampil ditengah kenyataan hidup manusia, bahkan jadi tempat berdiam makhluk di Alam Semesta, sekaligus tempat berusaha untuk mencari nafkah menjalani kehidupan Alam  Fana selama hayat dikandung badan.

Dengan sendirinya penjelasan demikian tidak memuaskan dahaga ingin tahu manusia, dan ilmu pengetahuan pun bergerak mencari penjelasan astronomi (astronomy) dengan mengungkapkan cosmologi (cosmology) bagaimana Alam Semesta ini dapat terbentang menjadi kenyataan menu-rut jalan fikiran dapat diterima akal juga bersifat logis. Bukankah beragam peristiwa atau ke-jadian berlangsung da ditemukan orang di muka bumi dalam kehidupan sehari-hari juga berjalan menurut aturan yang masuk akal atau logis. Perlu diketahui ilmu astronomi beserta kosmo-loginya merupakan salah satu dari sekian ilmu pengetahuan yang berhasil diungkapkan manusia di muka bumi berasal dari Alam Semesta, sebagaiman juga: matematika, fisika, mekanika, teknik, ilmu logam (metalurgi), dan masih banyak lainnya, tidak lain dari kaidah bermacam pengetahuan yang “dihamparkan” Tuhan Yang Maha Esa, tepatnya Allah Subhanahu Wataala, bersamaan dengan tampilnya Alam Semesta bermilyard tahun yang silam. Bermacam penge-tahuan telah berhasil ditemukan, dan diungkapkan oleh warga bumi wabilkhusus siapa saja dari mereka yang giat melaksanakan penelitian dan pengembangan ilmu dan pengetahuan untuk men-dapatkannya dengan bersungguh-sungguh. Difihak yang lain, bermacam Kitab Suci mulai dari agama bumi hingga dengsn agama samawi yang menyusul kemudian setelah manusia berdiam di muka bumi, tidak lain dari “firman” yang disampaikan oleh Allah Subhanahu Wataala kepada umat disampaikan melalui utusan-Nya. Karena itu tidak mungkin ada pertentangan antara apa yang “dihamparkan-Nya” di Alam Semesta ini silam dengan apa yang “difirmankan-Nya” kemu-dian pada umat berdiam di muka bumi. Kalau ternyata kemudian muncul ketidak sesuaian ber-bagai bagian dari apa yang “dihamparkan-Nya” ditemukan para ilmuwan dengan apa yang “difir-mankan-Nya” menurut hasil kajian (interpretasi) kaum rohaniawan bermacam kepercayaan hing-ga agama, maka hal itu tidak lain disebabkan oleh “kelemahan manusia” memahami keduanya, yakni: apa yang telah dihamparkan-Nya dengan yang ayan difirmankan-Nya kemudian, sehingga perlu dicarikan penyebab yang menimbulkan perbedaan untuk diselesaikan dengan tepat, tanpa menyebabkan adanya kontroversi dibelakang hari.

Karena itu, tidak ada salahnya apabila manusia berusaha menurunkan bermacam theori tentang bagaimana Alam Semesta ini tampil menjadi kenyataan menurut jalan fikiran manusia yang sis-tematis berjalan logis, berangkat dari theori ilmu pengetahuan yang dikembangkan dan hasil pengamatan (observasi) Alam Semesta dan pengalaman hidup yang dihimpun umat di dunia ini. Dibawah ini diturunkan aneka ragam theori yang telah dikembangkan umat di muka bumi sela-ma ini.

  1. Periode Menjelang Tarikh Masehi.
  2. Alam Semesta Brahmanda (telur Kosmos). Dalam kitab Hindu bernama Rigveda, ditulis pada

     sekitar Abad ke-15 hingga ke-12 memasuki tarikh Masehi diterangkan, bahwa Alam Semesta

     ini selalu dalam pergantian atau berayun, dimana sebuah “telur kosmos” bernama Brahmanda,

     bermuatan segala yang terdapat dalam Alam Semesta (termasuk Matahari, Bulan, semua Pla-

     net, dan lainnya) berkembang dari sebuah titik konsentrasi tertentu bernama Bindu, sebelum

     kembali menyusut ke keadaan yang semula. Kosmos ialah Alam Semesta yang memiliki atu-

     ran. Alam Semesta ini berulang kali mengembang lalu menyusut berlangsung terus menerus

     tanpa mengenal henti.

  1. Alam Semesta Nabi Musa AS. Pada sekitar Abad ke-14 sebelum tarikh Masehi di semenan-

    Jung Sinai turun Firman Tuhan untuk umat Yahudi yang kemudian dikenal dengan kitab

    Taurat. Di dalam kitab ini diterangkan bagaimana Alam Semesta ini muncul menjadi kenyata-

    an kepada umat berdiam di muka bumi.

  1. Alam Semesta Anaxagoras. Pada sekitar Abad ke-5 sebelum Masehi seorang filosof Yunani

    bernama Anaxagoras beranggapan, bahwa kosmos adalah campuran asli dari segala macam ba

    gian yang menjadikannya dari pecahan amat sangat kecil. Campuran ini tidak semuanya sera-

    gam, karena ada bagian yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari lainnya, juga bervari-

    asi dari satu tempat ke tempat yang lain. Pada suatu ketika tertentu, campuran ini bergerak o-

    leh perbuatan “nous” (akal), dan adukan ini pun berpindah mengakibatkan bermacam bagian

    pembentuk memisahkan diri lalu melahirkan berjenis bahan dengan sifatnya masing-masing,

    seperti yang ditemukan orang pada saat ini.

  1. Alam Semesta serba atom. Kemudian pada Abad ke-5 sebelum Masehi, dua orang filosof Yu-

    nani, yakni: Leucippus dan Democritus, mengajarkan segalanya yang serba atom. Menurut

    kedua pemikir Yunani ini, Alam Semesta yang maha besar lagi sangat luas ini terbentuk dari

    unsur amat sangat kecil yang tidak dapat dibelah dan tidak pula dapat dihancurkan bernama

    “atomos”. Kata atom berasal dari atomos dalam bahasa Yunani artinya terkecil yang tidak

    dapat dibelah lagi. Segala benda nyata, apapun bentuknya terdapat di Alam Semesta terbuat

    dari susunan bermacam atom abadi dengan ruang kosong tak berbatas terdapat diantaranya,

    dengan mana keduanya menciptakan bermacam kombinasi yang menciptakan beragam ben-

    tuk bangun.

  1. Alam Semesta Aristoteles. Aristoteles seorang filisof Yunani dari Abad ke-4 sebelum Masehi

     memperkenalkan pula Alam Semesta geosentris, dengan bumi yang tetap bertindak sebagai

     pusatnya. Benda-benda langit lainnya lalu mengitari bumi dengan bermacam orbit lingkaran

     sepusat, tidak terkecuali beragam bintang yang terdapat di kejauhan angkasa. Walaupun ia me

     ngakui Alam Semesta ini terbatas ukurannya, akan tetapi ia bersikukuh mengatakan bahwa

     tampilannya tidak berubah dan statis sampai ke akhir zaman. Aristoteles  juga memperkenal-

     kan empat unsur alam klassik yakni: api, air, tanah, dan air, dan digerakkan dua gaya berla-

     wanan, masing-masing: gaya berat (kecenderungan tanah dan air untuk tenggelam) menuju

     ke dalam perut bumi dan menguap naik keudara (kecenderungan udara dan api naik ke atas).

     Akhirnya ia menambahkan lagi elemen kelima bernama ether, untuk menjelaskan bahan pe-

     ngisi ruang kosong (vakum) Alam Semesta terdapat diantara berbagai macam benda langit.

ragammit6

(Click for a larger version)
Alam Semesta bumipusat atau geosentris Aristoteles
(Source: Cartage.org: http://www.cartage.org.lb/en/
themes/sciences/mainpage.htm
)

  1. Alam Semesta Stoic. Kaum Stoic pandangan filsafat Yunani purba (sekitar Abat ke-3 sebelum

    Dan setelah Masehi) ketika itu percaya akan adanya “pulau Alam Semesta”, yakni kosmos ter-

    batas yang dikelilingi ruang hampa udara (vakum) tak terbatas (tidak beda pada dasarnya de-

    ngan Galaksi). Menurut pendapat mereka kosmos ini berubah-ubah ukurannya dan berdenyut

    melibatkan pergolakan api yang sangat besar. Menurut kaum Stoic, Alam Semesta ini bagai sa

    tu tubuh makhluk raksasa, dengan berbagai bagian tubuh utama: beragam bintang dan Mataha-

    ri, namun semuanya saling berkaitan, sehingga apa yang terjadi pada suatu bagian akan segera

    mempengaruhi bagian lainnya. Mereka juga percaya pada kejadian berkala dalam sejarah,

    yang mengatakan bahwa dunia ini awalnya adalah sebuah bola api, dan akan kembali lagi

    menjadi bola api. (Pendapat ini berasal dari Heraklitus).

  1. Alam Semesta Heliosentris. Pada Abad ke-3 sebelum Masehi, seorang astronom dan matema-

    tikawan Yunani bernama: Aristarchus dari Samos, ialah orang pertama di dunia yang menga-

    takan dalam argumen terbuka model “Sistim Matahari” atau Solar System, menempatkan Ma-

    tahari, bukan Bumi, sebagai pusat peredaran Alam Semesta yang dikenal orang ketika itu.

    Ia mengemukakan Bumi berputar pada porosnya setiap hari dan beredar mengorbit Matahari

    dalam lintasan berupa lingkaran, yang diiringi segugusan bintang tetap.  Gagasan yang disam-

    paikannya ini ditolak masyarakat karena orang banyak menggandrungi ajaran geosentris yang

    telah diperkenalkan oleh Aristoteles dan Ptolemaeus. Baru 1800 tahun kemuian Kopernikus

    berhasil memulihkan Sistim Matahari Aristarchus. Meskipun demikian terdapat kekecualian:

    Seleucus dari Seleucia, hidup sekitar satu abad setelah Aristarchus, tetap mendukung gagasan

    Heliosentris dan memanfaatkannya untuk menerangkan munculnya banjir (rob) dan pengaruh

    kedudukan Bulan. Seorang astronom dan matematikawan India bernama Aryabhata pada akhir

    Abad ke-5 Masehi mengatakan bahwa orbit Bumi mengitari Matahari yang bukan lingkaran, a

    kan tetapi ellips; demikian juga astronom Muslim yang bernama Ja’far Ibnu Muhammad Abu

    Ma’shar al-Balkhi dan mengakuinya pada Abad ke-9 Masehi.

  1. Periode Setelah Tarikh Masehi
  2. Alam Semesta Nabi Isa AS. Tepat pada awal tarikh Masehi Nabi Isa AS lahir di Nazareth, de-

    kat Bethlehem, Israel. Isa AS membawa kitab suci agama Kristen untuk umat Nasrani yang di-

    namakan Injil. Di dalam kitab ini diterangkan bagaimana Alam Semesta ini muncul menjadi

    kenyataan dihadapan umat yang berdiam di muka bumi.

  1. Alam Semesta Ptolemaeus. Pada Abad ke-2 setelah Masehi, seorang astronomer dan metema-

    tikawan Mesir-Romawi bernama Claudius Ptolemaeus menerangkan model geosentris berang-

    kat kebanyakan dari pendapat Aristoteles, bahwa planet-planet dan Alam Semesta ini juga me-

    ngitari Bumi siklustepi (epicycle). Dalam hal masa berlaku, model kosmologi (cosmologi)

    ini ternyata terpanjang masa berlakunya dibandingkan lainnya yang pernah diketahui orang.

    Model lain dari gagasan awal Ptolemaeus, diperkenalkan pula oleh Sekolah Islam Maragha

    (the Islamic Maragha School) pada Abad ke-13, Abad ke-14, dan Abad ke-15 setelah Masehi,

    termasuk model bulan pertama oleh Ibn al-Shatir, dan penolakan Bumi diam namun berfihak

    kepada bumi beredar dari pandangan Ali Qushji.

ragammit6

  1. Orbit planet lingkaran

(Click for a larger version)
Alam Semesta bumipusat atau geosentris Ptolemaeus
(Source: Cartage.org: http://www.cartage.org.lb/en/
themes/sciences/mainpage.htm
)

ragammit7

 2. Orbit planet Epicycle

  1. Alam Semesta Nabi Muhammad SAW. Pada awal abad ke-7 setelah Masehi, Nabi Muham-

      mad menerima wahyu dari Allah dalam gua Hiraq, Mekah, Saudi Arabia, mengajarkan kitab

      Al-Quran untuk kaum Muslim yang mengajarkan agama Islam. Di dalam kitab ini diterang-

      kan bagaimana Alam Semesta ini muncul menjadi kenyataan kepada umat berdiam di muka

      bumi.

  1. Alam Semesta Abraham. Sejumlah masyarakat berpendidikan kala itu Keristen, Islam, dan

     Yahudi mengangkat permasalahan Alam Semesta tetap menurut waktu. Pada Abad ke-6 se-

     telah Masehi, filosof Keristen bernama John Philoponus dari Alexandria menolak pernyataan

     Yunani kuno yang mengatakan tentang lampau yang tak terbatas, dan barangkali komentator

     petama mengatakan bahwa Alam Semesta ini terbatas dalam waktu, sehingga mempunyai a-

     wal. Masyarakat theolog awal Muslim, seperti Al-Kindi (abad ke 9 Masehi, dan Al Gazali se-

     (abad ke 11 Masehi) menyampaikan argumen logis yang mendukung Alam Semesta terbatas,

     bagaimana juga filosof Yahudi dari abad ke-10 bernama Saadia Gaon.

  1. Alam Semesta Sebagian Heliosentris. Pada abad ke-15 dan Abad ke-16 setelah Masehi, So-

      mayaji Nilakantha dari Sekolah Astronomi dan Matematika Kerala (The Kerala School of

      Astronomy and Mathematics), di selatan India mengembangkan sistim komputasi untuk se-

      bagian sistim model planit heliosentris, dimana Mercurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Satur-

      nus, mengorbit mengitari Matahari, lalu semuanya menorbit Bumi. Dan pendapat ini mirip

      sekali de ngan  sistim Tychonic yang diperkenalkan oleh bangsawan Tycho Brahe, kemudian

      pada Abad ke-16, sebagai gabungan dari model-model Ptolemaeus dan Kopernikus.

  1. Alam Semesta Kopernikus. Pada tahun 1543 M seorang astronomer dan polimatik (polyma-
  2. th) bangsa Polandia bernama Nikolaus Kopernicus berupaya menyesuaikan model geosentris

      Maragha pilihan Ibnu Al-Shatir dengan keperluan Alam Semesta “heliosentris kuno” usulan

      Aristarchus.

      Uraian theori heliosentris dipublikasikannya, memperlihatkan bagaimana bermacam benda la

      angit dapat bergerak tanpa harus membuat bumi harus diam di pusat Alam Semesta, yang me

      nebabkan penelitian ilmu berkembang lebih jauh dan meletakkan landasan sejarah ilmu pe-

      ngetahuan moderen, terkadang dinamakan Revolusi Kopernikus. Adapun yang disebut prin-

      sip Kopernikus (bumi bukanlah sebuah pusat pilihan) berdampak pada kenyataan bahwa ber-

      macam benda langit juga tunduk kepada hukum alam (fisika) sebagaimana yang berlaku di

      muka bumi, dengan pertama menemukan dahulu kosmologi (cosmology) sebagai bidang il-

      mu, dan bukan mencari cabang filsafat yang baru samasekali.

ragammit8-2

(Click for a larger version)
Alam Semesta mataharipusat atau heliosentris Kopernikus
(Source: Cartage.org: http://www.cartage.org.lb/en/
themes/sciences/mainpage.htm

 

     Pada tahun 1576 astronomer Inggris bernama Thomas Digges mempopulerkan gagasan Kopernikus, juga meluaskannya dengan menempatkan begitu banyak sistim bintang sampai tak terhingga, tidak hanya sejumlah sisitim bintang band sempit relatif kurang bermakna, sebagaimana yang dikerjakan Kopernikus. Astronomer Italia Giordano Bruno tahun 1584 bahkan lebih jauh lagi mengembangkan prinsip Kopernikus ini dengan mengatakan, bahwa Sisitim Matahari (Solar System) bukanlah pusat Alam Semesta, tetapi kemungkin sistim bintang yang relatif kurang bermakna diantara yang tak terhingga lain-nya. Pada tahun 1605, Johannes Kepler melaksana penyempurnaan lebih jauh dengan melenyapkan samasekali orbit lingkaran dan menggantikan semuanya dengan orbit ellips  yang memudahkan penjelasan mengapa planet-planet bergerak terlihat aneh. Dukungan kontroversial Galileo ketika itu terhadap model heliosentris Kopernikus, meski ditentang keras Takhta Suci di  kota Roma pada awal abad ke-17, banyak berjasa mempopulerkan ide heliosentris.

  1. Alam Semesta Vortex Kartesian. Pada pertengahan abad ke-17, filosot Perancis René Des

      cartes membuat model Alam Semesta yang banyak kesamaannya dengan cara Newton

      yang kemudian Alam Semesta statis dan tak terbatas. Akan tetapi, menurut Descartes, ru-

      ang vakum di angkasa tidak kosong samasekali, namun berisi bahan (materi) yang berke-

      liling dalam pusaran besar dan kecil. Pendapatnya mencakup pusaran kolam cairan ether

      atau benda amat halus, dan menghasilkan apa yang lalu dikenal dengan pengaruh gravita-

  1. Alam Semesta Statis (Pandangan Newton). Pada tahun 1687, Sir Isaac Newton dari Ing-

      gris menerbitkan tulisan berjudul “Principia” (Hukum Dasar), yang menjelaskan diantara

      berbagai hal, ialah Alam Semesta dalam keadaan: statis, keadaan tetap, dan keadaan tak

      terbatas, yang oleh Einstein pada awal Abad ke-20, dijadikan sebagai masukan (sampai

      dengan ia buktikan sebaliknya). Dalam Alam Semesta Newton benda ( materi) berukuran

      besar terbagi secara merata, dan Alam Semesta ini dengsn medan gravitasinya seimbang,

      tetapi pada hakekatnya tidak stabil.

  1. Alam Semesta Hierarkhis dan Hipothesis Nebula. Walaupun pada dasarnya masih ber-

      pandangan  Alam Semesta statis dari Newton, bahan (materi) dalam Alam Semesta hier-

      arkhis terkelompok kedalam sekala hierakhi lebih besar, dan menjalani daur ulang yang

      tidak habis-habisnya. Hal ini pertama kali digagas oleh Emanuel Swedenborg pada tahun

      1734, seorang ilmuwan dan filosof asal Swedia, dan dikembangkan lebih jauh secara ter-

      pisah oleh  Thomas Wright (1750), Immanuel Kant (1755), dan Johann Heinrich Lam-

      bert (1761), lalu model yang sama juga diusulkan oleh Pierre-Simon Laplace tahun 1796.

      Nebula adalah kata dalam bahasa Latin untuk awan, digunakan untuk menerangkan kabut

      debu, hidrogen, helium, dan beragam gas yang terionisasi lain.

        Perang Dunia pertama, Perang Agung, Perang Global, berlangsung di daratan Eropa

       berlangsung dari tanggal 28 Juli tahun 1914 hingga tanggal 11 Nopember tahun 1918.

  1. Alam Semesta Einstein. Adapun model Alam Semesta gagasan Albert Einstein dalam the-

      ori dasar medan gravitasi pada awal Abad ke 20 tidak berbeda dari Newon dalam hal A-

      lam Semesta yang statis, dinamis stabil tidak mengembang maupun menyusut. Akan teta-

      pi ia perlu menambahkan “konstanta kosmologi” pada persamaan relativitas umum untuk

      mengimbangi pengaruh dinamis medan gravitasi yang apabila tidak akan menyebabkan

      Alam Semesta ini akan dengan sendirinya runtuh. Meskipun ia kemudian mengabaikan

      bagian dari theorinya itu ketika Edwin Hubble memperlihatkan tahun 1929 mengatakan

      dengan tegas bahwa Alam Semesta ini tidak bersifat statis.

  1. Alam Semesta Letusan Dahsyat (Big Bang). Setelah Hubble memperagakan bahwa Alam

       Semesta berkembang terus menerus tahun 1929 (dan terlebih setelah penemuan radiasi la-

       tarbelakang  (background radiation) gelombangmikro (microwave) kosmos oleh Arno Pen

       zias dan Robert Wilson pada tahun 1965). bermacam versi Letusan Dahsyat telah pula ber

       kembang menjadi jalurutama (maistream) pandangan ilmu pengetahuan dewasa ini.

ragammit10

(Click for a larger version)
Alam Semesta Letusan Dahsyat (Big Bang) dan pengembangannya.
(Source: HETDEX: http://hetdex.org/dark_energy/index.php)

      Theori Letusan Dahsyat mengemukakan, bahwa Alam Semesta ini berawal dari titik yang tak terhingga kecil, dan tak terhingga padat bernama singlaritas (singularity) pada sekitar 13 hingga 14 Milyard tahun silam, yang berkembang terus sejak dari saat yang bersejarah itu. Bagian uta-ma theori umumnya dialamatkan kepada Georges Lemaitre tahun 1927, seorang pendeta dan ahli fisika Katholik-Roma dari Belgia tahun (bahkan sebelum muncul sumbangan Hubble), meski theori yang sama pernah diusulkan tetapi tidak dilanjutkan oleh Alexander Friedmann seorang kebangsaan Rusia tahun 1922. Fridmann sebetulnya telah menyiapkan dua model A-lam Semesta yang berkembang berangkat dari persamaan-persamaan theori relativitas umum Einstein, sebuah lengkung positiv atau sistim koordinat spheris, dan  lainnya lengkung nega-tiv atau ruang hiperbolis.

  1. Alam Semesta Berayun. Ini adalah model Alam Semesta yang digemari Albert Einstein, se-

       telah menolak model Alam Raya awal pilihan sebelumnya tahun 1930 silam. Alam Semesta

       berayun ini mengikuti model Alam Semesta berkembang dqari Alexander Friedmann yang

       juga berangkat dari persamaan-persamaan relativitas umum lengkung positif (ruang spheris),

       membuat Alam Semesta berkembang sesaat lalu kemudian menyusut kembali oleh gaya ta-

       rik medan gravitasi, berayunan abadi Letusan Dahsyat yang diiringi Susut Dahsyat. Waktu

       ayun berlangsung tidak terbatas dan tidak pula terdapat waktu permulaan, dan  awal waktu

       paradox dalam hal ini ditiadakan.

       Perang Dunia Kedua, Perang Global, berlangsung dari tahun 1939 hingga tahun 1945 mes-

       ki telah diawali konflik sebelumnya. Sebagian besar negara di muka bumi terlibat, termasuk

       sejumlah negara besar, yang kemudian mengerucut menjadi dua kubu, masing-masing: Se-

       kutu dan Poros (Axis).

  1. Alam Semesta Mantap. Ini adalah kosmologi bersifat tidak standard (artinya bertentangan de

       ngan model Alam Raya Letusan Dahsyat, atau Big Bang) telah muncul dalam bermacam ver

       si sejak theori Letusan Dahsyat itu diterima dan bergulir di kalangan para ilmuwan. Salah sa-

       tu variasi populer dari Alam Semesta mantap (steady state) telah diajukan tahun 1948 oleh

       Fred Hoyle seorang astronomer Inggris berikut dua astronomer Austria masing-masing Tho-

       mas Gold dan Hermann Bondi.

ragammit11

(Click for a larger version)
Perluasan Alam Semesta diamati yang menggelembung
(Source: Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Cosmic_inflation

       Telah diramalkan bahwa Alam Semesta ini terus menggelembung, meski kepadatannya ti-

       dak bertambah kendati bahan (materi) terus menerus ditambahkan kepadanya, tidak lain gu-

       na mempertahankan agar kepadatan bahan dalamnya selalu tetap. Meski masih terdapat ke-

       kurangan, akan tetapi model Alam Raya ini sangat populer sampai dengan ditemukan radia-

       asi latarbelakang gelombangmikro kosmos oleh Arno Penzias dan dan Robert Wilson tahun

       1965), yang menyokong model Alam Raya Letusan Dahsyat (Big Bang).

      Proyek Apollo, penerbangan angkasa luar ketiga oleh Amerika Serikat dilaksanakan NASA,

      mulai tahun 1969 hingga tahun 1972 mendaratkan manusia di permukaan bulan. Dari 17 bu

      ah proyek dirancang: Apollo 11, Apollo 12, Apollo 14, Apollo 15, Apollo 16, dan Apollo 17

       berhasil mendarat di permukaan bulan dan kembali ke bumi dengan selamat.

  1. Alam Semesta Menggelembung. Pada tahun 1980, seorang fisikawan Amerika Alan Guth me

      ngusulkan model Alam Raya yang juga berangkat dari Letusan Dahsyat, tetapi melengkapi-

      nya dengan masa awal penggelembungan kosmos eksponential untuk mencari jalan keluar ter

      hadap permasalahan horizon dan datarnya model standard Letusan Dahsyat. Variasi lain dari

      Alam Semesta yang menggelembung ialah model siklus yang dikembangkan oleh Paul Stein-

      hard dan Neil Turok  pada tahun  2002 menerapkan Theory-M mutakhir (state-of-the-art M-

      Theory), theori superstring (superstring theory), dan Brane cosmology, yang menyebabkan A

      lam Semesta ini mengembang lalu menyusut secara berkesinambungan tidak pernah menge-

      nal henti.

  1. Alam Semesta Jamak. Andrei Linde seorang fisikawan Rusia-Amerika mengembangkan lan-

      jut gagasan Alam Semesta menggelembung tahun 1983, memperkenalkan theori gelembung

      kaotis (penggelembungan abadi), menggambarkan Alam Semesta ini sebagai salah satu dari

      sekian banyak bilangan balon yang tampil, sebagai bagian dari “multi universe” disingkat:

       “multiverse”, atau dalam bahasa Indonesia Alam Semesta Jamak, disingkat: ASJ oleh hadir-

      nya ruang vakum yang belum sirna. Ahli fisika Hugh Everett III dan Bryce DeWitt dari Ame

      rika Serikat sebenarnya telah lebih dahulu mengembangkan dan mempopulerkan “dunia ja-

      mak” untuk multiverse mereka yang ketika itu masih pada tahun 1960 dan tahun 1970.

      Sebagai pilihan lain telah pula dikembangkan, dimana Alam Semesta yang dapat diamati ini

      hanyalah bagian kecil beraturan dari sebuah Kosmos besar takberhingga kebanyakan darinya

      berada dalam keadaan kaos (kacau balau), atau bagian Alam Semesta teratur ini tampaknya

      hanya satu episode sementara dari sederetan takberhingga kebanyakan bersifat kaotis dari

      rangkaian susunan tidak beraturan.

      Pengamatan Alam Semesta.

      Para astronom yang mempelajari kosmilogi lalu melakukan pendekatan dari apa yang telah

      dihamparkan-Nya, dan mendirikan pusat-pusat pengamatan Alam Semesta bernama observa-

      rium di seluruh penjuru dunia, dari berbagai ketinggian diatas muka laut untuk mengamati pe

      rilaku beragam benda-langit guna mengungkapkan: keberadaan, sifat, dan prilaku setiap dari

      padanya untuk diketahui dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya yang bersifat kebendaan saja

      yang harus diketahui ilmuwan, tetapi juga yang bukan-benda, seperti: tenaga hitam (dark e-

      nergy), benda hitam (dark matter), neutrinos, dan lain sebagainya yang belum terungkap. Pe-

      ngamatan terhadap apa yang dihamparkan-Nya, kini telah pula berkembang dari yang awal-

      nya bernama “observatorium bumi”, kini telah pula menjadi “observatorium terbang”, obser-

      vatorium orbit”, “observatorium penjelajah”, dan “observatorium pendarat”.

  1. Observatorium Bumi.

          Dibawah ini adalah sejumlah observatoriun yang berhasil dibangun di muka bumi untuk

          mengamati bermacam benda-langit berkegiatan dalam Alam Semesta.

  1. Tahun 825 AD, Observatorium Al-Shammisiyyah Baghdad, Iraq.
  2. Tahun 869, Observatorium Mahodayapuram Kerala, India.
  3. Tahun 1259, Observatorium Maragheh, Azerbaijan.
  4. Tahun 1276, Observatorium Gaocheng, China.
  5. Tahun 1420, Observatorium Ulugh Beg, Samarkand, Uzbekistan.
  6. Tahun 1442, Observatorium Kuno Beijing, China.
  7. Tahun 1577, Observatorium Taqi al-Din dari Istanbul, Turki.
  8. Tahun 1580, Observatorium Uraniborg, Denmark.
  9. Tahun 1581, Observatorium Stjerneborg, Denmark.
  10. Tahun 1642, Observatorium Panzano, Italy.
  11. Tahun 1642, Observatorium Round Tower, Denmark.
  12. Tahun 1633, Observatorium Leiden , Netherland.
  13. Tahun 1667, Observatorium Paris, France.
  14. Tahun 1675, Royal Greenwich, England.
  15. Tahun 1695, Menara Sukharev, Russia.
  16. Tahun 1711, Observatorium Berlin, German.
  17. Tahun 1724, Observatorium Jantar Mantar, India.
  18. Tahun 1753, Observatorium Stockholm, Sweden.
  19. Tahun 1753 Observatorium,  Universitas Vilnius, Lithuania.
  20. Tahun 1753, Institute Angkatan Laut Kerajaan dan Observatorium, Spanyol.
  21. Tahun 1759, Observatorium Trieste, Italia.
  22. Tahun 1757, Observatorium Macfarlane, Skotlandia.
  23. Tahun 1759, Observatorium Turin, Italia.
  24. Tahun 1764, Observatorium Astronomi, Brera , Italia.
  25. Tahun 1765, Observatorium Mohr, Indonesia.
  26. Tahun 1774, Observatorium Vatican, Vatican.
  27. Tahun 1785, Observatorium Dunsink , Irlandia.
  28. Tahun 1786, Observatorium Madras , India.
  29. Tahun 1789, Observatorium Armagh , Irlandia Utara.
  30. Tahun 1790, Observatorium Real de Madrid, Spanyol.
  31. Tahun 1803, Observatorium Astronomi National , Bogotá, Colombia.
  32. Tahun 1811, Observatorium Tartu Old, Estonia.
  33. Tahun 1812 Observatorium Astronomi Capodimonte, Naples, Italia.
  34. Tahun 1830/1842, Depot of Charts & Instruments, Observatorium Angkatan Laut AS,

                USA.

  1. Tahun 1830, Observatorium Universitas Yale University, Atheneum, USA.
  2. Tahun 1838, Observatorium Hopkins, Williams College, USA.
  3. Tahun 1838 Observatorium, Loomis, Western Reserve Academy, USA.
  4. Tahun 1839 Observatorium, Pulkovo , Russia.
  5. Tahun 1839/1847, Observatorium Harvard College, USA.
  6. Tahun 1842, Observatorium Cincinnati, USA.
  7. Tahun 1873, Observatorium Astronomi Quito , Ecuador.
  8. Tahun 1884, Observatorium McCormick , USA.
  9. Tahun 1890, Observatorium Astrofisika Smithsonian, USA.
  10. Tahun 1894, Observatorium Lowell , USA.
  11. Tahun 1897, Observatorium Yerkes, USA.
  12. Tahun 1899, Observatorium Matahari Kodaikanal, India.

II. Observatoriun Terbang

ragammit12

Observatorium terbang dipanggil SOFIA adalah pesawatterbang Boeing 747SP diran-cang untuk menerbangkan teleskop yang bergaris tengah 100-inchi. Observatorium terbang ini ialah sebuah proyek kerjasama antara Pusat Aerospace Jerman dengan NASA Amerika Serikat. Ames Resea-rch Center Silicon Valley milik NASA, bertugas melola program-program SOFIA, untuk tujuan ilmu pengetahuan yang bekerja sama dengan Perkumpulan Peneliti Angkasa Universitas berpu-sat di Columbia, Maryland, dan lembaga German SOFIA Iinstitute (DSI) dari Universitas Stut-tgard. Pesawatterbang berpangkalan di Armstrong Flight Reseach Center, Hangar 703, di Palm-dale Calfornia, Amerika Serikat.

Keunggulan observatorium terbang ini ialah keberadaannya yang tinggi di atas beragam instalasi darat terdapat di permukaan bumi, sekaligus berada pada bagian paling atas atmosphere bumi se-hingga dapat terhindar dari pengaruh perubahan cuaca.

Observatorium terbang juga lebih menguntungkan ketimbang observatorium orbit (teleskop me- ngorbit bumi), karena selain dari cepat dapat digunakan juga mudah merbaikinya dengan ongkos pengerjaan yang lebih murah.

           III. Observatoriun Orbit

Observatorium orbit adalah instrumen pengamat Alam Semesta yang ditempatkan di angkasa lu-ar, dan kebanyakan daripadanya mengorbit bumi. Teleskop angkasa dapat digunakan untuk me- ngamati bermacam objek astronomi lewat spektrum panjang gelombang elektromaknit yang ti-dak mampu menerobos tebalnya lapisan atmosphere bumi, dan inilah pula alasannya mengapa observatorium bumi tidak dapat digunakan. Perlu diketahui atmosphere bumi ini tidak dapat di-terobos radiasi ultrviolet, pancaran sinar-X, dan sinar-sinar gamma, namun secara sebagian sinar inframerah mampu menerobosnya, dan itulah sebabnya untuk sebagian spektrum gelombang e-lektromaknit pengamatan jauh lebih baik dilakukan diluar atmosphere planit ini. Keuntungan lain dari observatorium orbit, karena berada di luar atmosphere bumi, gangguan turbulensi udara dan lain sebagainya yang biasa dialami observatorium bumi menjadi sama sekali tidak ada.  Sebagai akibatnya ketajaman resolusi (angular resolution) gambar yang diperoleh teleskop Hubble di ang kasa jauh lebih kecil ketimbang perolehan observatorium bumi  pada bukaan jendela (aperture) yang sama. Akan tetapi, segala keunggulan ini muncul dengan harga teleskop angkasa yang lebih mahal kettimbang observatorium bumi. Karena keberadaannya di angkasa luar teleskop yang terdapat di orbit sangat mahal biaya perawatannya. Teleskop angkasa Hubble dirawat dengan meng utus pesawat angkasa bolak-balik (space shuttle) berawak dari bumi datang berkala. Telaskop angkasa lain yang lebih dahulu diluncurkan, karena letaknya lebih jauh dibiarkan saja hilang oleh biaya perawatan yang tidak lagi terjangkau.

ragammit13

Teleskop Hubble yang mengorbit bumi.

  1. Observatoriun Jelajah.

Upaya manusia untuk mengetahui lebih jauh Alam Semesta, bagaimana ia muncul menjadi ke-nyataan dalam hidup Alam Fana ini, lalu keadaannya, dan kemudian kemana akhirnya menuju kelak, kini dilakukan dengan melepas “Observatoriun Jelajah” dari permukaan bumi dengan ber-macam bentuk, maksud, tujuan, hingga mendarat di permukaan benda-langit (planit, asteroid, atau lainnya) yang didarati, bahkan membawa kembali ke bumi selain laporan ilmiah, juga as-berbagai contoh benda atau bahan yang berhasil dipungut dari permukaan benda-langit (planit, teroid, atau lainnya) yang berhasil dikunjungi. Terdapat dua golongan Observatoriun Jelajah ini, masing-masing:  Observatoriun Jelajah Tanpaawak (OJT), dan Observatoriun Jelajah Berawak (OJB). Laporan perjalanan OJT dikirim ke bumi melalui gelombang elektromaknit berfrequensi tinggi yang ditangkap di bumi dengan antena parabola besar. Adapun laporan OJB terbagi dua, ada yang dikirim dengan gelombang elektromaknit frequesi tinggi, namun ada juga yang dibawa  para astronout yang melakukan misi menjelajah antariksa. OJT yang sudah menunaikan tugas tidak dapat lagi kembali ke bumi dan akan berserakan terlantar di antariksa menjadi sampah A- lam Semesta (Universal Waste) bikinan manusia.

Beragam Misi Penjelajahan ke Angkasa Luar sejumlah negara.

Dua negara di muka bumi: Uni-Sovyet (Rusia) dan Amerika Serikat lalu memulai perlombaan mengarungi angkasa luar Alam Semesta ini, yang lalu diikuti negara-negara lain yang juga me-nguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemampuan ekonomi sesuatu bangsa.

  1. Tanggal 4 Oktober 1957, Uni Sovyet meluncurkan satelit Sputnik-1 ke angkasa yang kemu-

     dian mengorbit bumi.

  1. Tanggal 3 Nopember 1957, Sputnik -2 meluncur ke orbit bumi dengan anjing Laika yang ber-

    ada didalamya.

  1. Tanggal 31 Januari 1958 Amerika Serikat meluncurkan Satelit pertama Explorer-1 bikinan

    “Jet Propulsion Laboratory” (JPL), dari Institut Teknologi California, didorong roket Jupiter

    C yang bertolak dari Cape Canaveral Florida dipimpin Dr. Wernher Von Braun.

  1. Tanggal 19 Agustus 1960, Sputnik-5 membawa dua anjing bernama Strelka dan Belka. Kedua

    hewan menjadi makhluk pertama yang berhasil melangsungkan perjalanan antariksa.

  1. Tanggal 12 April 1961, Yuri Gagarin cosmonaut Rusia menjadi orang pertama di dunia me-

    luncur ke angkasa seputar bumi, dan kembali selamat tiba di bumi.

  1. Tanggal 5 Mei 1961 Allan Shephard cosmonaut Amerika Serikat pertama meluncur ke angka-

    sa dan kembali lagi ke bumi.

  1. Tanggal 25 Mei 1961, Presiden Kennedy menantang negerinya mendaratkan manusia di per-

    mukaan bulan sebelum Abad ke-20 berakhir.

  1. Tanggal 20 Februari 1962, astronaut John Glenn menjadi orang Amerika Serikat pertama yang

    berhasil ke antariksa untuk mengorbit bumi.

  1. Tanggal 16 Juni 1962, Valentina Nikolayeva Tereshkova menjadi astronaut wanita pertama

    di dunia asal Rusia terbang ke antariksa, dan kembali selamat di bumi.

  1. Tanggal 18 Maret 1965, meski tertambat pada pesawat angkasa, astronaut Leonov menjadi

      manusia pertama yang berhasil jalan-jalan di angkasa.

  1. Tanggal 3 Juni 1965, astronaut Ed White adalah orang Amerika Serikat pertama berhasil ja-

      lan-jalan di angkasa.

  1. Tanggal 14 Juli 1965 pesawat antariksa Marinir 4 mengirim gambar permukaan planit Mars

      yang pertama.

  1. Tanggal 3 Februari 1966, pesawat angkasa buatan manusia asal Rusia bernama Luna 9, ber-

      hasil mendarat di permukaan bulan untuk pertama kali.

  1. Tanggal 2 Juni 1966, pesawat antariksa Amerika Serikat Surveyor 1 berhasil mendarat di per-

       mukaan bulan untuk pertama kali.

  1. Tanggal 27 Januari 1967, astronaut-astronaut: Gus Grissom, Ed White, dan Roger Chaffee te-

      was dalam kecelakaan modul komando (command module) ketika masih berada diatas landa-

      san sebelum luncur.

  1. Tanggal 24 April 1967, astronaut Vladimir M. Komarov tewas membentur bumi, ketika para-

      sut pesawat antariksa Soyuz 1 tidak berhasil mengembang ketika kembali ke bumi.

  1. Tanggal 18 Oktober 1967 kapsul pendarat dari penjelajah Venera 4 berhasil menghimpun ke-

      terangan (data) tentang atmosphere planit Venus.

  1. Tanggal 15 September 1968, pesawat angkasa Sovyet Zond 5 diluncurkan, menjadi pesawat

      Antariksa pertama yang berhasil mengorbit bulan, sebelum kembali ke bumi.

  1. Tanggal 21 Desember 1968, pesawat antariksa Apollo 8 diluncurkan, dan awak pesawat ini

      menjadi manusia pertama yang berhasil mengorbit mengelilingi bulan.

  1. Tanggal 20 Juli 1969, Neil Armstrong dan “Buzz” Aldrin menjadi dua manusia bumi asal A-

      merika Serikat pertama berhasil mendarat di permukaan bulan, dan selamat kembali di bumi.

  1. Tanggal 11 April 1970, Apollo ke 13 diluncurkan.
  2. Tanggal 12 September 1970, pesawat antariksa Luna 16 milik Sovyet diluncurkan, dan men-

      jadi pesawat antariksa otomatis pertama berhasil membawa pulang contoh tanah bulan kem-

      bali ke bumi.

  1. Tanggal 17 Nopember 1970, robot otomatis Lunokhod 1 mendarat di permukaan bulan bersa-

      ma Luna 17.

  1. Tanggal 15 Desember 1970, Venera 7 milik Sovyet merupakan penjelajah antariksa pertama

      yang berhasil mendarat di permukaan planet Venus.

  1. Tanggal 19 April 1971, Rusia meluncurkan stasion antariksa yang pertama Salyut 1.
  2. Tanggal 30 Juli 1971, penjelajah bulan (moon rover) pertama kali digerakkan untuk menjela-

      jahi permukaan bulan.

  1. Tanggal 13 Nopember 1971, penjelajah Marinir 9 dari Amerika Serikat menjadi pesawat an-

      tariksa pertama yang mengorbit planit Mars.

  1. Tanggal 11 Desember 1972, Eugene Cernan dan Harrison “Jack” Schmitt menjadi dua orang

      Amerika Serikat terakhir yang telah berjalan di permukaan bulan.

29.Tanggal 14 Juli 1973, Amerika Serikat meluncurkan stasion antariksa yang pertama Skylab.

  1. Tanggal 17 Juli 1975, Apollo 18 dari Amerika Serikat bergandeng di antariksa dengan Soyuz

      19 dari Sovyet melakukan apa yang dinamakan Apollo-Soyuz proyek ujigandeng.

  1. Pada bulan Sepember 1976, penjelajah Amerika Serikat Viking 2 menemukan air yang mem-

      beku di permukaan planit Mars.

  1. Pada bulan Agustus dan September 1977 , Voyager 1 dan Voyager 2 diluncurkan ke antariksa.

      Voyager 2 diberangkatkan sebelum Voyager 1, akan tetapi Voyager 1 berada pada trayektori

      yang lebih cepat.

  1. Pada bulan Maret dan Agustus 1979, Voyager 1 dan Voyager 2 mulai mengirimkan gambar

      planet Jupiter berikut bulan-bulannya ke bumi.

  1. Pada bulan September 1979, penjelajah antariksa Amerika Serikat Pioneer 11 berhasil

      mencapai planit Saturnus lalu mengirim gambar ke bumi.

  1. Tanggal 13 Nopember 1980, Voyager 1 lebih dahulu mencapai planit Saturnus, karena itu le-

       bih dahulu mengirimkan gambar ke bumi.

  1. Tanggal 12 April 1981, pesawat antariksa bolak-balik pertama Columbia diluncurkan ke ang-

       kasa.

  1. Tanggal 26 Agustus 1981, Voyager 2 mencapai planit Saturnus dan mengirim pula gambar ke

      bumi.

  1. Tanggal 4 Juli 1983, pesawat bolak-balik antariksa kedua Challenge diluncurkan.
  2. Tanggal 19 Juli 1983, Sally Ride menjadi antronaou wanita pertama dari Amerika Serikat

      dalam misi Challenger kedua.

  1. Tanggal 30 Agustus 1983, Guion Bluford menjadi orang Afrika-Amerika Serikat pertama

      terbang ke antariksa.

  1. Tanggal 3 Februari 1984, astronaut Bruce McCandless menjadi orang pertama di dunia

      berjalan-jalan di antariksa tanpa diikat tali dengan pesawat antariksa.

  1. Tanggal 30 Februari 1984, pesawat bolak-balik antariksa ketiga Discovery diluncurkan ke

       angkasa.

  1. Pada bulan Oktober 1984, Kathryn Sullivan menjadi wanita pertama di dunia berjalan-jalan di

      antariksa asal Amerika Serikat.

  1. Tanggal 3 Oktober 1985, pesawat bolak-balik antariksa keempat Atlantis diluncurkan.
  2. Tanggal 24 Januari 1986, penjelajah Voyager 2 mulai mengirim gambar planit Uranus ke

      bumi.

  1. Tanggal 28 Januari 1986, pesawat bolak-balik antariksa Challenger meledak beberapa detik

      setelah lepas landas, menewaskan seluruh  anak buahnya.

  1. Tanggal 20 Februari 1986, bagian tengah dari stasion antariksa Mir diluncurkan.
  2. Pada bulan Agustus 1989, Voyager 2 mulai mengirim gambar planit Neptunus.
  3. Tanggal 10 Agustus 1990, penjelajah antariksa Magellan memetakan permukaan planit Ve-

      nus memanfaatkan peralatan radar.

  1. Tanggal 24 Agustus 1990, pesawat bolak-balik antariksa Discovey digunakan sebagai pemba-

      wa untuk menempatkan Teleskop Antariksa Hubble pada orbit mengitari bumi.

  1. Tanggal 7 Mei 1992, pesawat bolak-balik antariksa Endeavor diluncurkan untuk mengawali

      perjalanan perdananya.

  1. Tanggal 12 September 1992, Mae Jemison menjadi orang Afrika-Amerika Serikat pertama

      berada di antariksa.

  1. Pada bulan Desember 1993, pesawat bolak-balik antariksa Endeavor melakukan perjalanan

      perdana menghampiri Teleskop Antariksa Hubble untuk melakukan pemeliharaan.

  1. Tanggal 3 Februari 1994, Sergei Krikalev adalah astronout Rusia pertama yang terbang de-

      dengan pesawat bolak-balik antariksa.

  1. Tanggal 2 Februari 1995, Eileen Collins menjadi pilot pesawat bolak-balik yang pertama.
  2. Pada bulan Desember 1995, penjelajah antariksa Galileo mengirim keterangan (data) planit

      Jupiter ke bumi.

  1. Tanggal 4 Juli 1997, penjelajah Mars Pathfinder tiba di planit Mars, kemudian mengirim ke

      bumi gambar-gambar dari planit tersebut.

  1. Tanggal 29 Oktober 1998, John Glenn menjadi manusia tertua berada di antariksa.
  2. Tanggal 23 Juli 1999, Eileen Collins menjadi komandan pesawat bolak-balik antariksa wanita

       pertama.

  1. Tanggal 14 Februari 2000, penjelajah antariksa Amerika Serikat Near Earth Asteroid Rendez-

      vous, disingkat NEAR (Pertemuan Asteroid Dekat Bumi, disingkat PADB) melakukan per-

      jumpaan dengan asteroid, dan mengirimkan gambar -gambar asteroid Eros ke bumi.

  1. Tanggal 12 Februari 2001, NEAR (PADB) mendarat di permukaan asteroid Eros.
  2. Tanggal 28 April 2001, Dennis Tito, warganegara Amerika Serikat, menjadi wisatawan anta-

      riksa yang pertama di dunia, setelah membayar uang sebesar $20,000,000. kepada program

      angkasa luar Rusia.

  1. Tanggal 1 Februari 2003, pesawat bolak-balik Columbia hancur saat sedang kembali mema-

      suki atmosphere bumi.

  1. Tanggal 13 Februari 2003, hasil panel penelitian dilakukan menemukan, bahwa semburan u-

      dara suhu sangat tinggi (superheated air) menerobos masuk lewat pecahan sayap pesawat Co-

      lumbia sebelah kiri, mungkin sekali masuk ke ruang roda pendarat saat menghujam ke atmos-

      phere bumi, menyebabkan gugurnya ketujuh astronaut.

  1. Tanggal 25 Februari 2003, NASA meluncurkan teleskop inframerah dengan garis-tengah ter-

      besar  yang diketahui orang, yakni: The Spitzer Space Telescope.

  1. Tanggal 21 September 2003, NASA mengakhiri misi Galileo yang telah berlangsung 14 ta-

      hun lamanya mengexplorasi Jupiter, planit terbesar terdapat dalam Sistim-Matahari (Solar-

      System),  berikut semua bulan yang mengitarinya, lalu menghujamkan pesawat antariksa itu

      ke permukaan planit terbesar itu dengan kecepatan 108.000. mil per jam, untuk menghindar-

      kan limbah.

  1. Tanggal 14 Januari 2004, Presiden Bush mengusulkan program antariksa baru yang akan me-

      ngirim lagi manusia ke bulan tahun 2005, lalu mendirikan basis di planit Mars dan lainnya.

  1. Tanggal 1 Juli 2004, pesawat antariksa Cassini mengirim ke bumi gambar gelang-gelang Sa-

      turnus yang berkilau.

  1. Tanggal 3 Juli 2005, pesawat antariksa NASA dengan sengaja membenturkan diri pada comet

      ukuran setengah Manhattan (wilayah di kota New York) guna menghasilkan percikan kosmos

      yang diperlukan ilmuwan mengetahui bahan pembentuk kehidupn di bumi ini.

  1. Tanggal 26 Juli 2005, pesawat bolak-balik antariksa Discovery dengan tujuh orang astronaout

      didalamnya; inilah kali pertama Amerika Serikat meluncurka misi ke angkasa luar setelah ma-

      lapetaka Columbia tahun 2003 yang lalu.

  1. Tanggal 15 Januari 2006, pesawat antariksa Stardust milik NASA kembalike bumi mendarat

      di gurun dekat kota Salt Lake, pertama kali berhasil membawa pulang ke bumi debu yang di

      tangkap dari sebuah comet yang tengah melintas.

  1. Tanggal 4 Agustus 2007, NASA meluncurkan penjelajah muka planit Mars bernama Phoenix

      Mars Lander.

  1. Tanggal 8 Agustus 2007, pesawat bolak-balik antariksa Endeavour dengan anak buah tujuh o-

      rang diluncurkan dengan seorang guru bernama Barbara Morgan turut didalamnya. Morgan

      adalah seorang guru pertama yang berada di antariksa asal Amarika Serikat sejak malapetaka

      Challenger pada tahun 1986 silam.

  1. Tanggal 14 Januari 2008, NASA mengutus penjelajah antariksa Messenger meliput planit

      Merkuri dari tinggi 124 mil dari permukaannya.

  1. Tanggal 25 Mei 2008, Phoenix Mars Lander milik NASA berhasil mendarat di permukaan

       Mars mengirimkan gambar-gambar muka planet itu kembali ke bumi, setelah menghabiskan

       waktu 10 bulan dan menempuh jarak 422 juta mil dari bumi. Para ilmuwan kemudian mela-

       porkan, bahwa Phoenix juga menemukan bongkahan-bongkahan es di planit merah itu.

  1. Tanggal 6 Maret 2009, pesawat antariksa Kepler diluncurkan. Adapun tugasnya menemukan

      planit lain diluar Sistim-Matahari (Solar-System), dalam kawasan jauh Jalur Susu (Milky

      Way).

  1. Tanggal 18 Juni 2009, NASA meluncurkan ke bulan Satelit Pengamat dan Pengindra Kawah

      (Crater Observation and Sensing Satellite), juga dikenal dengan LCROSS. Perjalanan ini ber-

      tujuan untuk memastikan ada atau tidaknya es di bulan. Pada tanggal 13 Nopember 2009, il-

      muwan NASA mengabarkan telah ditemukannya “jumlah berarti” es didalam kawah dekat

      Kutub Selatan bulan.

  1. Tanggal 10 Oktober 2010, Virgin Galactic, sebuah perusahaan swasta, mengumumkan keber-

      hasilan perusahaannya dengan ujiterbang antariksa VSS Enterprise. Apa yang dilakukan peru-

      sahaan menyediakan penerbangan orbitrendah (suborbital) kepada warga bumi (private citi-

      zen) yang ingin melakukan wisata ke antariksa orbitrendah di sekitar bumi.

  1. Tanggal 11 Oktober 2010, Preside Obama menandatangani sebuah undang-undang yang mem

      beri NASA tugas khusus bagi penelitian planit Mars dan asteroid sekitarnya.

  1. Tanggal 8 Desember 2010, sebuah perusahaan swasta bernama Space X meluncurkan pesawat

      antariksa ke orbit dan kembali selamat ke bumi. Ini merupakan usaha organisas bukan-peme-

      rintah (non-government) pertama di dunia pernah dilakukan dalam hal ini.

  1. Tanggal 8 Juli 2011, pesawat bolak-balik antariksa Atlantis menjadi pesawat bolak-balik tera-

      khir diluncurkan ke angkasa. Misi STS-135 dengan empet orang anak-buah  telah melakukan

      pengiriman logistik dan peralatan ke Stasion Antariksa Internasional, disingkat SAI (Interna-

      tional Space Station , disingkat ISS.

  1. Tanggal 16 Juli 2011, pesawat antariksa NASA bernama Dawn menjadi pesawat buatan ma-

      nusia yang mengorbit sebuah Asteroid.

  1. Tanggal 26 November 2011, NASA meluncurkan Curiocity, robot terbesar, dan yang terbaik

      dilengkapi untuk menyelidiki planit lain. Ia akan mencapai planit Mars pada tahun 2012.

  1. Tanngal 22 Mei 2012, sebuah perusahaan komersial antariksa bernama Space X meluncurkan

      Misi Dragon C2+ yang mengirim logistik  ke Stasion Antariksa Internasional (SAI).

  1. Pada bulan Agustus tahun 2012, penjelajah Voyager 1 diluncurkan tahun 1977, berhasil men-

      capai ruang angkasa antar bintang.

  1. Tanggal 6 Agustus 2012, kendaraan jelajah Curiosity milik NASA berhasil mendarat di per-

      mukaan  planit Mars. Kendaraan jelajah sebesar mobil itu, membawa serta rangkaian instru-

      men mutakhir dan percobaannya.

  1. Tanggal 7 September 2013, NASA meluncurkan pesawat antariksa tanpa awak LADEE dari

      Wallops Flight Facility milik NASA di Virginia. Ini merupakan penjelajah bulan ketiga milik

      Badan Antariksa Amerika Serikat sepanjang lima tahun.

  1. Tanggal 24 Desember 2013, para astronaut NASA berhasil menyelesaikan tugas memperba-

      iki Stasion Antariksa Internasional setelah merayakan hari Natal yang langka di antariksa de-

      ngan berjalan-jalan di angkasa untuk memperbaiki sistim pendingin sebuah alat.

Dan lain sebagainya menyusul kemudian.

 Catatan: Bahan dikutip dari NASA Space Exploration Timeline.

Perlu dicatat, penjelajahan antariksa dengan roket dan satelit telah dipelopori Rusia dan Amerika Serikat. Kemudian sejumlah negara yang tergolong kuat ekonominya menyusul, seperti: Jepang, Jerman, Inggris, China, dan India. Penjelajahan antariksa memang menghabiskan banyak dana, bukan saja mengembangkan ilmu pengetahuan tentang Alam Semesta ciptaan Tuhan, tetapi juga untuk pertahanan negara dan bangsa akibat kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan dari hasil ciptaan Ilahi bersumber dari beragam Kitab Suci (Scriptures), dan penemuan Ilmu Pengetahuan yang didukung perkembangan Teknologi diutarakan  diatas, serta menerima pendapat telah timbulnya Letusan Dahsyat (Big Bang) tampil menjelang kelahiran  A-lam Semesta, maka dapat diterima apa yang disampaikan dibawah ini:

  1. Alam Semesta ini telah berusia                             :  13.800.000.000 tahun.
  2.             Sistim matahari dimana bumi berada telah beusia   :    5.000.000.000 tahun.
  3. Bumi ini berusia                                                    :    4.600.000.000 tahun.
  4.            Manusia berdiam di muka bumi berlangsung                 :               200.000 tahun.

Kehidupan Alam Fana

Pada awalnya manusia berada di muka bumi mendiami: pulau, kepulauan, hingga benua di ber-bagai kawasan dari planit ini. Awalnya insan terhimpun kedalam: keluarga, kelompok hidup atau komunitas, masyarakat, suku-bangsa, hingga bangsa. Kebanyakan dari mereka masih sangat berjauhan satu sama lain dan bilangan insan berdiam di muka bumi pun masih berum seberapa jumlahnya. Setiap keluarga, komunitas, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa pada ketika itu lalu bertetangga dengan lingkungan alam yang mengitari, seperti: kawasan tropis berhawa panas diseputar khatulistiwa, juga kawasan subtropis berhawa sejuk hingga dingin di bagian bumi sebelah Utara dan belahan bumi bagian Selatan. Selain dari itu, terdapat pula yang bernama perairan, antara lain: paya atau rawa, tambak, sungai, danau, laut, hingga samu-dra. Ada juga yang dinamakan dataran rendah wujud padang rumput yang sangat luas. Dari alam sekitar muka bumi belakangan, lingkungan beralih menjadi dataran tinggi, dan di-lanjutkan wilayah pegunungan berudara sejuk beragam          ketinggian diatas permukaan laut. Ada lagi kawasan lain di muka bumi  menyajikan padang pasir luas berhawa panas, tandus, lagi gersang terhampar di beberapa kawasan yang bersifat regional. Terdapat lagi muka bumi bersalju berudara amat dingin, mulai yang tampil musiman hingga dengan salju abadi, khususnya pada bagian muka bumi yang bertetangga dengan kutub Utara dan kutub Selatan.

Adapun yang menjadi pemandangan sehari-hari insan pada masa awal keberadaan di muka bumi ini, ialah: pertama: manusia dalam kelompok hidup yang bersangkutan itu sendiri, diawali ke-luarga dekat hingga masyarakat tempat berdiam; kedua: alam sekitar yang melingkungi di muka bumi, antara lain: padang rumput luas, hutan hingga dengan rimba belantara; perairan, mulai rawa atau paya, tambak, sungai, danau, laut, hingga dengan samudra; lainnya padang pasir, padang salju mulai dari musiman hingga dengan salju abadi; campuran dari bermacam ling-kungan sekitar yang telah disebutkan sebelumnya; ketiga: apa yang menampakkan diri di ang-kasa hingga ketinggian langit biru yang sangat jauh, dimana: matahari dan bulan timbul tenggelam, bermilyard bilangan bintang gemerlapan di malam hari, bintang-bintang berekor (komet) yang tengah melintas, dan masih banyak lagi yang lain datang silih berganti yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Ketiga macam lingkungan yang mengelilingi insan berdiam di muka bumi, masing-masing: “manusia”, “alam sekitar”, dan “beragam benda langit” menam-pakkan di angkasa, melahirkan apa yang kemudian dinamakan: “Lingkungan Tiga Sekawan”, disingkat: LTS (The Three Friendly Environment, disingkat: TFE) kepada umat yang kemudian mempengaruhi lahir dan bathin insan berdiam di muka bumi, mulai: perorangan (individu), keluarga, komunitas, masyarakat, suku-bangsa, hingga bangsa; dan tidak diragukan lagi menitipkan pesan yang telah menggugah “akal-budi” insani dibagian bumi manapun mereka berada diseantero planit biru ini, lalu meninggalkan rekaman berupa kesan dan pesan hingga yang citra yang melekat kepada Tondi (Batak), Sanubari/Jiwa (Indonesia), Ruh (Arab), Soul (Inggris), Seele (Jerman) dalam mutu (kualitas) dan jumlah deraan (kuantitas) berbeda-beda mulai dari: perorangan, keluarga, komunitas, masyarakat, suku-bangsa, hingga bangsa berdiam di muka bumi yang bulat bagai bola, menelusuri waktu ribuan tahun lamanya menembus perjalanan zaman.

Sebagaimana telah disampaikan, kelompok manusia hidup di muka bumi, mulai: keluarga, ko-munitas, masyarakat, dan lainnya masih sangat berjauhan satu sama lain kala itu diseantero planit ini. Meski sudah tergabung kedalam beragam kelompok hidup mulai kecil hingga besar beraneka ragam bentuk, masing-masing kelompok hidup ini masih dipagari pula jarak tempuh berjalan kaki yang lama dan sangat melahkan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa “re-volusi industri” belum lagi timbul di Eropa, belum lagi terdapat jalan-raya (prasarana) dan kendaraan (sarana) dimana-mana yang menghubungkan berbagai tempat di dunia dijalankan mesin pembakaran berbahan bakar bensin dan mesin diesel berbahan bakar solar, sebagaimana yang telah dikenal orang sekarang. Pada waktu itu orang bepergian ke tempat jauh, baik sen-dirian maupun berkelompok harus berjalan kaki, atau menunggang ternak yang telah dijinakkan. Lintasan ditempuh termasuk berulangkali keluar masuk hutan hingga rimba belantara, me-nelusuri jalan-setapak antar kampung satu dengan lainnya yang biasa dilalui orang. Medan  ditempuh termasuk menuruni lembah dan tebing untuk sampai ke tepi sungai yang harus dise-berangi, dan setelah sampai di seberang, kembali lagi mendaki tebing dan lembah untuk sampai di jalan rata seberang. Perjalanan masih dilanjutkan dengan meniti galangan sawah, keluar masuk semak belukar terbentang, termasuk melangkahi gunungan pasir penuh batuan, dan lain sebagainya. Tidak jarang, orang harus berjalan kaki berhari lamanya, atau menunggang ternak piaraan agar tidak kelelahan, menguras tidak sedikit tenaga dan waktu dengan harus menginap di di sejumlah kampung untuk sampai ke tujuan. Apabila perjalanan yang sama kini ditempuh dengan kendaraan bermotor diatas jalan-raya yang ada seperti sekarang, waktu tempuh pastilah jauh lebih singkat dan samasekali tidak menyeng-sarakan badan pelaku, karena dibantu jalan-raya yang terbentang dibantu teknologi sarana transportasi yang sudah maju pula.

Meski di Timur Tengah terdapat peradaban yang maju menjelang tarikh Masehi, akan tetapi “revolusi industri” di muka bumi justru diawali dari daratan Eropa jauh di sebelah Utara, ketika itu boleh dikatakan masih tergolong kampung ketimbang Timur Tengah. Gelombang pertama revolusi dimulai dari tahun 1760 hingga 1820 dan 1840 (penghujung abad ke-18 dan awal abad ke-19) dengan ditemukan orang mesin-uap (steam engine) oleh James Watt, dilanjutkan gelom-bang kedua dari tahun 1840 hingga 1870, mengawali perubahan besar yang timbul di berbagai bidang: ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan lainnya berlangsung besar-besaran di bagian bumi itu. Revolusi industri lalu menemukan momentum dengan tersebarnya jaringan jalan ke-reta-api dihela lokomotiv-uap membakar batubara di bagian benua itu hingga ke Wladiwostok di wilayah kekaisaran Rusia. Juga tersebarnya jaringan jalan-raya dengan ditemukannya mesin bensin oleh Nikolaus Otto dan mesin diesel oleh Rudolf Diesel, keduanya berasal dari Jerman. Hingga dengan dimulainya revolusi industri di Eropa, orang dimana-mana diseluruh dunia ter-masuk kawasan Timur Tengah bepergian kemana saja hanya dengan berjalan-kaki sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, paling banyak menunggang hewan piaraan yang telah dijinakkan, atau naik kereta yang dihela binatang peliharaan. Adapun hewan peliharaan yang banyak digunakan orang di seluruh dunia ketika itu, adalah: kuda, lembu, sapi, bison, rusa salju (reindeer), unta di Timur Tengah, dan setaranya.

Mitologi

Lingkungan Tiga Sekawan (LTS) lalu dengan setia mengitari umat mulai: keluarga, komunitas, masyrakat, suku-bangsa, dan bangsa, di muka bumi lalu mengawal hidup keseharian manusia, diawali komunitas, alam sekitar, dan beragam benda langit, pada masa awal keberadaan insan di permukaan bumi, setiap hari, minggu, bulan, tahun, abad,millenium, mulai dari siang sampai malam; lalu mengetuk hati yang menggerakkan akal-budi insani untuk menggerakkan berfikir (motivation), kemudian menumpahkan gagasan (inspirasi) dari dalam bathin kedalaman benak (otak), mulai: perorangan, komunitas, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa; melahirkan kehendak atau keinginan untuk “melakukan” atau “berbuat” sesuatu” (do something) pada masa itu. Dengan mengolah “akal-budi” (brain-heart) karunia “Ilahi” bersemayam dalam sanubari insan: “akal” (brain) bertugas memecahkan bermacam permasalahan dan tantangan betapapun muskilnya, “budi” (heart) menghimpun manusia dalam “kebersamaan”, dari: perorangan, keluarga, komunitas, masyarakat, suku-bangsa hingga bangsa, demi menggalang kemampuan akal bekerja supaya makin pekasa dalam berbuat dan bertindak. Dengan demikian, segala macam rintangan sampai hambatan mulai yang kecil dan sederhana (sepele) hingga yang besar dan sangat besar lagi muskil dan rumit serta mustahil, dapat dipecahkan dengan cara bersama.

Lingkungan Tiga Sekawan (LTS) ini lalu menciptakan mitologi yang menggalang kebersamaan hidup insani, dalam keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa. Mitologi berasal dari bahasa Yunani “mythos” yang artinya: ceritra rakyat dan “logos” artinya: diucapkan atau tertulis. Mito-logi itu sendiri tidak lain dari hikayat atau ceritra yang menempuh perjalanan waktu panjang lalu  menjadi ajaran hidup tersimpan dalam sanubari untuk menjaga kebersamaan hidup, mulai: kelu-arga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa. Mitologi juga amalan hidup yang diyakini dapat me-ngawal kebersamaan guna keselamatan para penganutnya. Selanjutnya muncul para pemikir (thinkers) yang mendalami mitologi untuk menjadikannya perantara (medium) guna mempersa-tukan memperjuangkan hidup umat, mulai: perorangan, keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa. Disiapkan pula acara dan ritual untuk waktu dan momen bersejarah yang diterima ber-sama guna mengakrabkan kehidupan masyarakat di berbagai belahan bumi, tidak terkecuali me-negakkan keadilan dan mejaga ketenteraman hidup, dan lain sebagainya.

Dan salah satu permasalahan sulit dan menuntut pemecahan segera, ialah: “menyelamatkan Ibu Bumi dari beragam pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang telah terjadi sejak awal revolusi industri di muka bumi diawali dari Eropa silam, akibat dari perbuatan tangan manusia oleh ketidaktahuan orang di dunia selama ini. Ketiganya menjadi: “tiga-seuntai” atau “tiga-sekawan” yang bertugas menggugah “akal-budi” (brain-heart) manusia yang dibutuhkan orang  ketika itu; lalu berkembang dengan lahirnya revolusi industri di Eropa silam; dilanjutkan  lahirnya beragam lembaga pendidikan lahirnya Pendidikan Dasar, dilanjutkan Pendidikan Menengah, disusul Pendidikan Tinggi (Universitas), dan lembaga-lembaga lain yang muncul kemudian di muka bumi. Menyusul pula bermacam lembaga lainnya bergerak di bidang peneli-tian, pengembangan, penciptaan barang (produk) dan jasa kebutuhan hidup manusia, tidak terkecuali yang untuk memenuhi permintaan pasar melalui persaingan bebas di pasar terbuka. Kini umat di muka bumi sudah mulai sadar, bahwa pengembangan “akal-budi karunia Ilahi” sudah menjadi kewajiban setiap bangsa yang ada di muka bumi untuk memecahkan beragam persoalan yang dihadapi umat pada saat ini, antara lain: keterbelakangan, kemiskinan, me-ningkatkan kesejahteraan hidup, melindungi hak azasi manusia, ketenteraman dunia, mene-gakkan keadilan terhadap semua bangsa, penegakan hukum yang adil lagi beradab, dan masih banyak lagi yang lain kedepan. Hidup Alam Fana di muka bumi semakin pelik, permasalahan yang ditimbulkan semakin sukar dipecahkan menelusuri perjalanan waktu. Selain dari itu terdapat banyak tantangan yang semakin berat dihadapi untuk menemukan jalan keluar yang diperlukan oleh bermacam rintangan yang tidak putus-putusnya dihadapi.

Seandainya manusia dapat menghui setiap permukaan planit yang terdapat dalam “sistim matahari” selain bumi ini, maka tiga-sekawan penggerak akal-budi manusia yang sudah dike-mukakan sebelumnya akan tetap saja sama, terkecuali alam sekitar yang akan berbeda, sudah tentu akan disesuaikan dengan keadaan permukaan planit yang dihuni; sedangkan pertama: manusia, dan  ketiga: segala yang menampakkan diri di angkasa hingga ketinggian langit, akan tetap saja sama. Demikian juga halnya, apabila seandainya manusia dapat menghuni permukaan setiap planit bermacam “sistim bintang” menyerupai “sistim matahari” yang ada di Alam Semes-ta maha besar dan luas ini. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa “tiga-sekawan” peng-gerak akal-budi manusia” ini bersifat semesta-alam (universal), artinya: akan dijumpai orang dimana saja ia berdiam di seantero Alam Semesta yang sangat besar dan teramat luas ini.

Dengan bumi bulat bagai bola dan garis-tengah rata-rata: 12.740 km, luas permukaannya: 510 juta km2. Lebih dari 70% permukaan bumi ini adalah air, dan hanya 30% saja daratan. Meski demikian, dengan jumlah manusia yang berdiam di muka bumi masih dalam bilangan puluhan hingga ratusan juta orang memasuki “revolusi industri” di Eropa silam, kepadatan penduduk di permkaan bumi masih tergolong jarang, dan bermacam komunitas yang hidup di muka bumi ini masih sangat berjauhan satu dari lainnya. Dalam keterpisahan yang dipagari waktu berjalan kaki sangat lama dan melelahkan, para insan dilengkapi: Tondi (Jiwa, Ruh, soul, Seele), akal-budi, dan jasmani di muka bumi ketika itu, sadar akan keberadaan mereka masing-masing. Dalam hidup berkelompok bernama komunitas silam, diawali keluarga, masyarakat, hingga dengan bangsa, masing-masing komunitas lalu berdiskusi diantara sesama mereka; mereka lalu  berko-munikasi dengan lingkungan sekitar tempat berdiam mengitari, seperti: padang rumput, hutan hingga rimba; sungai, laut, hingga samudra; padang pasir, gurun, padang salju dari musiman sampai dengan salju abadi; mereka juga tidak lupa berdialog dengan yang menampakkan diri tinggi di angkasa dari siang hingga malam bermacam ketinggian dari , seperti: awan, langit biru, matahari, bulan, bintang-bintang yang gemerlapan, begitu pula lainnya, mulai yang setiap hari tampak di langit hingga dengan yang jarang tampil.

Mitologi Dunia

Mitologi pun bermunculan dan berkembang di bumi menelusuri perjalanan waktu yang sangat  panjang, sejak awal keberadaan manusia di muka bumi ditaksir sekitar dua ratus ribu tahun yang silam dari saat ini, dan melalui beragam zaman, dimulai: a. Zaman Batu, b. Zaman Perunggu

, yang ditandai:

        – mitologi Proto-Indo-Eropa:

        – Proto-Indo-Iran

        – mitologi Mesopotamia (Sumeris, Akkadia)

        – mitologi Mesir

        – mitologi Persia

        – mitologi Canaan

        – mitologi Hittit

        – mitologi Hurian

        – mitologi Rigvedic

        – mitologi China;

dan c. Zaman Besi, ditandai oleh:

        – mitologi Klassik

                – Yunani

                – Romawi

                – Norse

       – mitologi Etruskan

       – mitologi Celtik

       – mitologi Germania; serta

  1. Zaman Purba akhir

       – mitologi Slavia

       – Mitologi Arab.

  1. Kawasan Asia
  2. Asia Barat Daya
  3. Zaman Purba

        – agama Sumeria

        – mitologi Mesopotamia (Sumeria, Assiro-Babylonia)

        – mitologi Iran

        – mitologi Semitik:

                 – Babylonia

                 – Arab

                 – Canaan

        – mitologi hittit

        – mitologi Hurrian

        – mitologi Scythian

        – mitologi Elamite

  1. Zaman Pertengahan hingga Modern

        – mitologi Armenia

        – mitologi Arabia

        – mitologi Iran:

                – Balochi

                – Ossetia

                – Kurdish

                – Persia

         – mitologi Islam.

  1. Asia Selatan

         – mitology Ayyavazhi

         – mitologi Hindu

         – mitologi Tamil

         – mitologi Buddhist.

  1. Asia Timur

         – mitologi China

         – mitologi Jepang

         – mitologi Korea

         – mitologi Tibet

         – mitologi Ryukyuan

         – mitologi Ainu.

  1. Asia Tenggara

         – mithologi Filipina

         – mitologi Melayu

         – mitologi Indonesia:

                 – Batak

                 – Miangkabau

                 – Nias

                 – Melayu

                 – Dayak

                 – Toraja

                 – Asmat

                 – Sunda

                 – Jawa

                 – Papua

         – mitologi Vietnam.

  1. Asia Tengah dan Utara

         –  ajaran Shamanisme dari Siberia

         –  mitologi rakyat Turki dan Mongolia

         – mitology Scythian

         – mitologi Mongolia

         – mitologi Finnik

  1. Kawasan Afrika
  2. Afrika Tengah

         – Bantu

         – Bushomgo, Congo

         – Baluba

         – Bambuti (Pygmy), Congo

         – Lugbara, Congo.

  1. Afrika Timur

         – mitologi Akamba (Kenya Timur)

         – mitologi Dinka (Sudan)

         – mitologi Lotuko (Sudan)

         – Masai (Kenya, Tanzania)

         – mitologi: Kintu, Kaikuzi, Warumbe, dan lainnya (Uganda).

  1. Tanduk Afrika

          – mitologi Somalia.

  1. Afrika Utara

          – mitologi Berber

          – mitologi Mesir (sebelum Islam).

  1. Afrika Barat

          – mitologi Akan

          – mitologi Ashanti (Ghana)

          – mitologi Dahomey (Fon)

          – mitologi Edo (Nigeria, Kameron)

          – mitologi Efik

          – mitologi Igbo (Nigeria, Kameron)

          – mitologi Isoko (Nigeria)

          – mitologi Yoruba (Nigeria, Benin).

  1. Afrika Selatan

          – mitologi Khoikhoi

          – mitologi Lozi (Zambia)

          – mitologi Magalasi

          – mitologi Tumbuka (Malawi)

          – mitologi Zulu (Afrika Selatan).

  1. Kawasan Australia dan Oseania

          – mitologi Aborigin Australia

          – mitologi penciptaan Kaluli

          – mitologi Melanesia

          – mitologi Mikronesia

          – mitologi Papua

          – mitologi Polinesia:

                 – Hawaii

                 – Mangarevan

                 – Māori

                 – Rapa Nui

                 – Samoa

                 – Tahiti

                 – Tongga

                 – Tuvaluan

  1. Kawasan Kutub Utara

      Ajaran Shamanisme dari Siberia tumpang tindih dengan Asia Utara, Eropa Utara, dan

      Amerika Utara:

          – mitologi Finlandia

          – mitologi Inuit

          – mitologi Norse

          – mitologi Sami.

  1. Kawasan Eropa

     Zaman Purba:

          – mitologi Yunani

  • mitologi Romawi
  • mitologi Etruskan
  • mitologi Paleo-Balkan
  • mitologi Lusitania
  1. Eropa Utara

          – mitologi Germania:

                 – Paganisme (percaya kepada banyak Tuhan)

                 – Norse

                 – Anglo-saxon

          – mitologi Finnik

                 – Estonia

                 – Finlandia

                 – Sami

         – mitologi Slavia:

                 – Polandia

          – mitologo Baltik:

                 – Latvia

                 – Lituania

                 – Prusia

  1. Eropa Timur

          – mitologi Hongaria

          – mitologi Roma (Gypsy)

          – mitologi Slavia

          – mitologi Romania

          – mitologi Tatar

  1. Eropa Selatan

          – mitologi Albania

          – mitologi Catalonia

          – mitologi Yunani

          – mitologi Italia

          – mitologi Lusitania

          – mitologi Maltes

          – mitologi Spanyol

          – mitologi Turki

  1. Eropa Barat

          – mitologi Alpen

          – mitologi Basque

          – mitologi Frankish

          – mitologi Perancis

  1. Kaukasia Utara

          – mitologi Nart Saga (meliputi: Abazin, Abkhaz, Circasian, Occetia, Kharachay-Balkar,

            Chechen-Ingusetia).

          – mitologi Osetia

          – mitologi Vainakh (meliputi Chechen dan Ingusetia).

          – mitologi Adyghe Habze.

  1. Kaukasia Selatan/Transkaukasia

          – mitologi Armenia

          – mitologi Georgia

  1. Kepulauan Inggris

          – mitologi Celtik

          – mitologi Irlandia

          – mitologi Skotlandia

          – mitologi Welsh

  1. Kawasan Amerika
  2. Mesoamerika

          – mitologi Aztek

          – mitologi Maya

          – mitologi Olmek

  1. Karibia

          – mitologi Haiti

  1. Amerika Selatan

          – mitologi Chilota

          – mitologi Brazilia

          – mitologi Inka

          – mitologi Guarani

          – mitologi Mapuche

  1. Diaspora Afrika

         Kepercayaan dan agama orang-orang diaspora Afrika:

          – Hoodoo

          – Vodou

          – Santeria

          – Obeah

          – Kumina

          – Palo

          – Kandomble

          – Umbanda

          – Quimbanda

  1. Mitologi Khayal

          – mitologi William Blake

          – mitos Lovekraft

  1. Mitologi Syncretic

         – mitologi theosofi (Tuhan)

Selain telah menjalani perkembangan Zaman di bermacam Kawasan terdapat di muka bumi menelusuri perjalanan waktu, mitologi lalu dibedakan pula menurut Agama (Religion) yang kemudian muncul di muka bumi sebagaimana kriteria yang dibawah ini:

  1. agama Bumi:

         – mitologi Hindu

         – mitologi Buddha

  1. agama Samawi (Langit).

         – mitologi Yahudi

         – mitologi Kristiani

         – mitologi Islam

  1. II. Ajaran Leluhur

Sebahagian dari mitologi warisan leluhur berbagai bangsa dari masa silam, dalam perjalanan waktu lalu berkembang menjadi kepercayaan yang berasal dari para leluhur.

  1. Mitologi Romawi
  2. Mitologi Mesir
  3. Mtologi Yunani
  4. Mitologi Jepang
  5. Mitologi Mayan
  6. Mitologi Mesopotamia
  7. Mitologi Zoroaster
  8. Mitologi Batak
  9. …..
  10. …..

        Masih banyak lagi lainnya.

III. Agama Bumi

Dalam hal agama bumi, “mitologi” berasal dari ajaran berbagai orang suci dan terkenal yang pernah ada di muka bumi diwaktu silam. Dinamakan agama bumi, karena fikiran cerdas ini berasal dari se-orang atau kelompok cendekia yang pernah ada dan hidup menjadi teladan serta berkarya selamag hidup di muka bumi. Ajarannya diamalkan para pengikutnya dengan setia, lalu berkembang men-jadi kepercayaan nyata dalam kehidupan masyarakat ribuan tahun, akhirnya menjelma menjadi a-gama bumi.

  1. Agama Hindu
  2. Agama Buddha
  3. Agama Khonghucu
  4. Agama Shinto
  5. Dan masih banyak lainnya.
  6. Agama Samawi

Dalam hal ini, “mitologi” diyakini para penganutnya merupakan firman Tuhan didatangkan dari la-ngit untuk sesuatu umat berdiam di muka bumi. Mitologi yang terhimpun menjadi Kitab Suci bermuatan beragam Surah terinci dalam bermacam ayat yang didatangkan Tuhan diantarkan oleh seorang Rasul atau Nabi yang datang dari langit. Dinamakan “agama samawi” karena perkataan Tuhan yang telah terhimpun kedalam Kitab Suci berasal dari langit, itu alasannya maka dinamakan “agama langit”. Dengan demikian Kitab Suci itu adalah perkataan Tuhan yang dikirim dari langit dan diantarkan seorang utusan (messenger) kepada manusia yang hidup di bumi.

Dari sekian orang utusan Tuhan yang diketahui sejauh ini, ialah ketiga mitologi agama yang paling akhir tampil berikut ini:

  1. Nabi Musa AS sebelum tarikh Masehi, diutus Tuhan mengantarkan Kitab Taurat kepada

       umat Yahudi.

  1. Nabi Isa AS pada awal tarikh Masehi, diutus Tuhan mengantarkan Kitab Injil kepada umat

        Nasrani.

  1. Nabi Muhammad SAW pada tahun 610 Masehi, diutus Tuhan mengantarkan Kitab Al-

       Quran kepada umat Islam.

Revolusi Industri

Meski di Timur Tengah telah terdapat peradaban yang sangat maju memasuki tarikh Masehi silam, akan tetapi “revolusi industri” diaali justru dari daratan Eropa jauh di sebelah Utara, ketika itu masih tergolong kampung ketimbang kawasan yang disebut terdahulu. Gelombang pertama “revolusi in-dustri” muncul tahun 1760 hingga 1820 dan 1840 (penghujung abad ke-18 dan awal abad ke-19), pada ketika itu James Watt dari Inggris baru memperkenalkan mesin-uap (steam engine) pertama di dunia temuannya; disusul gelombang kedua dari tahun 1840 hingga tahun 1870, yang mengawali perubahan besar kehidupan umat bermacam bidang, antara lain: ekonomi, budaya, pendidikan, kemasyarakatan, dan lainnya di daratan Eropa Barat. Revolusi industri lalu menemukan momentum dengan tersebarnya jaringan jalan kereta-api dihela lokomotiv-uap membakar batubara di Eropa, yang meluas sampai Wladiwostok, di ujung Timur kekaisaran Rusia. Jaringan jalan-raya pun kemudian menyusul di Eropa daratan dengan diperkenalkannya mesin bensin oleh Nikolaus Otto dan mesin diesel oleh Rudolph Diesel, keduanya oleh bangsa Jerman. Sampai dengan munculnya revolusi industri di benua Eropa, umat dimana-mana dese-luruh penjuru dunia pada ketika itu bepergian kemana-mana hanya dengan berjalan-kaki seba-gaimana telah diutarakan sebelumnya, paling banyak mengendarai ternak peliharaan yang telah dijinakkan, atau kereta yang dihela hewan peliharaan yang sudah jinak. Adapun hewan yang banyak digunakan untuk angkutan penumpang dan barang pada ketika itu dimana-mana di seluruh penjuru dunia, ialah: kuda, lembu, sapi, unta, dan lain yang setara.

Revolusi industri yang muncul pada abad ke-18 silam, mengantarkan umat menguasai “teknologi angkutan” yang memudahkan orang berdiam di muka bumi bepergian memanfaatkan bermacam moda transportasi, melalui: jalan-baja, jalan-raya, jalan-air, dan jalan-udara. Layanan angkutan kemudian berkembang pesat, dimulai layanan  angkutan dalam kota-kota besar bersifat lokal atau setempat, lalu angkutan antar kota atau  propinsi bersifat kawasan atau regional, dan angkutan antar negara bersifat antarbangsa atau internasional. Dengan demikian siapapun yang bermukim di muka bumi, dibagian bumi manapun berdiam, mulai: perorangan, keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa, meski berjauhan letaknya satu sama lain, dan dipagari jarak berjalan-kaki lama dan melelahkan, kini dapat dengan mudah saling berkunjung untuk bersilaturrahmi, kapan pun, bersua siapa pun, dan dimanapun di muka bumi ini, hanya dengan membeli tiket angkutan darat, atau amngkutan laut, atau angkutan udara, dengan kehadiran aneka ragam moda angkutan yang lahir dibidani oleh revolusi industri yang muncul di muka bumi silam.

Revolusi Elektronik

Kemudian menghampiri penghujung abad ke-20 lalu, dua abad settelah revolusi industri tampil di Eropa silam, lahir pula “revolusi elektronik” yang dibidani oleh: Teknologi Informasi dan Komunikasi, disingkat TIK” ( Information and Communication Technologi, disingkat ICT) yang memungkinkan orang dapat bercakap-cakap dan bertatap muka langsung (in real time) lewat layar pengamat (monitor screen) menggunakan apa yang dinamakan “Perangkat Elektronik Bergerak”, disingkat PEB (Electronic Mobile Device, disingkat EMD) yang dapat dikantongi dan dibawa kemana pergi, dan dinamakan orang: gawai (gadget). Dengan demikian siapapun di muka bumi ini, mulai: perorangan, keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa, meski saling  saling berjauhan letaknya, dipagari pula jarak tempuh berjalan-kaki lama dan melelahkan, kini dapat dengan mudah bercakap-cakap dan saling pandang untuk bersilaturrahmi langsung, kapan pun, dengan siapa pun, dan dimanapun di muka bumi ini, dengan mengetahui “nomor telepon” dan “membeli pulsa” memanfaatkan gawai, oleh hadirnya  PEB beragam merek yang diper-dagangkan orang di pasar elektronik di seluruh dunia, sejak timbulnya “revolusi elektronik”.

Dunia Yang Semakin Terbuka

Kedua jenis revolusi, yakni: “revolosi industri” membidani beragam moda transportasi memindahkan umat cara lahiriah di muka bumi, dan “revolusi elektronik” membidani PEB (EMD) lebih dikenal dengan istilah gawai (gadget) menyampaikan berita atau informasi kepada siapaun, kapanpun, dan dimanapun berada di muka bumi, menyebabkan mitologi yang lahir di berbagai kawasan muka bumi, tampil sejak dari ratusan ribu tahun silam, bermuatan: sejarah, ceritra, dan hikayat warisan luhur, dan lainnya yang telah menjadi budaya; begitu juga bermacam hal bernilai sakral dan dikeramatkan di tempat kelahirannya; aneka ragam kepercayaan mulai dari animisme bersifat setempat sampai dengan agama dengan keimanan dari langit, mulai: perorangan, keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa; dalam seketika jadi terbuka kepada dunia oleh kehadiran teknologi transportasi dan komunikasi yang telah meluas ke seluruh penjuru dunia. Aneka ragam mitologi “harta hati-sanubari” insani beragam komunitas asal bermacam bangsa, beragam budaya, aneka agama, mulai: perorangan, keluarga, masyarakat, suku-bangsa, dan bangsa yang menjadi peradaban manusia terpecah kedalam beragam pandangan hidup yang ada di muka bumi, lalu dijadikan bahan atau materi kajian ilmu pe-ngetahuan dan perbandingan nilai oleh para cerdik-pandai penggemar sains yang bekerja keras dalam bidang masing-masing untuk mencari kebenaran hakiki.

Harta insani bersemayam didalam hati-sanubari umat berbagai bangsa yang tidak seragam lahir ke muka bumi dalam perjalanan panjang menerobos zaman dalam menciptakan peradaban, dalam waktu singkat dipertukarkan diantara sesama insan dalam kegiatan bersilaturrahmi, baik  didekatkan oleh “sarana transportasi” dengan kemudahan bepergian memanfaakan beragam moda angkutan, maupun didekatkan oleh “sarana komunikasi” PEB atau “gawai“ (gadget) beragam merek yang telah tersebar luas ke seluruh penjuru dunia. Bermacam kelompok berkepentingan lalu memanfaatkan harta insani bersemayam dalam hati-nurani menjadi bahan atau materi diskusi, kajian ilmu pengetahuan bermacam disiplin ilmu sosial yang dikuasai untuk mencari kebenaran mutlak atau absolut di dunia ini. Analisa perbandingan, asal: budaya, sakral, kepercayaan, hingga keimanan, dan lain sebagainya lalu berkembang; diaali negara maju hingga  negara yang sedang berkembang. Publikasi hasil kajian jenis ini, mulai yang awam hingga hasil kerja para ahli bermacam keahlian menarik perhatian beragam media hingga dengan penerbit. Publikasi hasil kajian akhir ini rawan menimbulkan silang pendapat sampai sengketa diantara kaum yang pro dan kontra melahirkan pertikaian diantara kalangan pewaris harta insani bersemayam dalam akal-budi tersebar dalam kehidupan bermasyarakat, mulai: lokal, regional dan internasional, yang terdapat di muka bumi ini.

Untuk memelihara Ketenteraman Hidup Masyarakat Dunia, disingkat KHMD, (The Life Wellbeing of World Society, disingkat LW2S) yang telah terjaga baik di muka bumi, kemudian terusik oleh hadirnya aneka ragam moda transportasi dibidani “revolusi industri”, dilanjutkan  beragam merek (brand) gawai (gadget) yang telah diperdagangkan ke seluruh penjuru dunia dengan bebas dibidani “revolusi elektronik” (revolusi digital) lebih dari dua abad silam, dan sudah pula mengusik ketenteraman para pewaris harta karun insani diwariskan para leluhur silam. Kini sudah tepat saatnya mendirikan: Majelis Mitologi Dunia, disingkat MMD (World Mitho-logy Council, disingkat WMC) sebagai bagian dari PBB untuk menyediakan “rumah perdamaian” (reconsiliation house) sebagai tempat untuk membicarakan segala urusan yang berkaitan dengan mithologi dalam mengatasi persoalan yang telah maupun akan timbul tentang hal ini. Adapun tugas MMD (WMC) ialah ”menyiapkan tempat” berikut “fasilitas” dan “anggaran” diperlukan, serta “ kaum cerdik cendekia dunia” yang akan mengambil bagian di berbagai kawasan strategis muka bumi ini, sehingga segala macam persoalan yang mengemuka yang berangkat dari keaneka ragaman harta karun insani bersemayam dalam hati-nurani umat berdiam di bumi ini, khususnya yang bermuatan sakral, kepercayaan, dan agama, mulai dari yang diwariskan para leluhur hingga yang diantarkan Rasul, dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan tuntas, sehingga kebersamaan hidup umat di planit ini dapat berjalan harmonis.

——– selesai ——–

Penulis:

H.M.Rusli Harahap

Pamulang Residence, G1

Jalan Pamulang 2, Pondok Benda. Kode Pos: 1541

Tangerang Selatan, Banten. 11 Desember 2016

Tel. 021-74631125.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: